MITOS 6-16 : Kebakaran hutan di Indonesia lebih luas dari negara-negara lain

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia lebih luas dibandingkan dengan negara-negara lain. (MITOS 6-16)

FAKTA – Dalam periode 2010-2015 misalnya (Tabel 6.6), rata-rata luas kebakaran hutan dan lahan pertahun di berbagai negara masih tetap tinggi bahkan sebagian besar lebih luas dibandingkan dengan Indonesia. Luas kebakaran hutan dan lahan di Rusia mencapai sekitar 2,3 juta hektar setiap tahun. USA mencapai sekitar 2,2 juta hektar, Australia sekitar 236 ribu hektar, Spanyol sekitar 107 ribu hektar dan Portugal sekitar 84 ribu hektar. Luas kebakaran hutan dan lahan negara-negara tersebut lebih besar dibandingkan rataan Indonesia yakni sekitar 64 ribu hektar per tahun.

Data-data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan global bukan spesifik negara, bukan spesifik ekosistem dan bukan pula spesifik industri/komoditas, melainkan fenomena global yang terjadi pada hampir setiap negara setiap tahun.

Negara-negara yang memiliki teknologi dan peralatan terbaik, memiliki manajemen, pemerintahan dan dana yang kuat serta etos masyarakat yang mumpuni seperti USA, Australia dan negara-negara Eropa, ternyata juga tidak mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Bahkan, kebakaran hutan dan lahan juga tidak terkait dengan ada tidaknya lahan gambut, dan ada tidaknya perkebunan kelapa sawit. Rusia, USA, Australia, Portugal, Spanyol, dan Itali tidak memiliki perkebunan sawit, namun luas kebakaran hutan dan lahan juga terjadi bahkan lebih luas dibandingkan Indonesia.

Hal yang menarik lagi untuk dipelajari adalah distribusi kebakaran berdasarkan sektor/land use (Gambar 6.14). Sebagian besar yakni 70 persen kebakaran yang terjadi di Eropa dan Afrika Utara adalah berupa hutan, hutan tanaman dan lahan kosong (natural land) dan sekitar 29 persen kebakaran terjadi pada lahan pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan hutan adalah land use yang paling luas dominan terbakar di setiap negara.

Lahan pertanian juga cukup banyak terbakar pada hampir setiap negara Eropa maupun Afrika Utara. Hal ini menarik untuk didiskusikan apakah para petani di negara-negara maju seperti Eropa juga memiliki kebiasaan seperti petani Indonesia? Ataukah pertanian merupakan korban rembetan kebakaran hutan?

Mitos & Fakta (MITOS 6-16)