Menu

Festival Indonesia di Moskow 2018 : Bahas Minyak Sawit

Untuk pertama kalinya di atas 100 ribu

London  – Festival Indonesia di Moskow ketiga 2018 akan diawali dengan Forum Bisnis Indonesia-Rusia yang membahas infrastruktur, pariwisata, energi, industri, perhubungan dan minyak yang diadakan di World Trade Center (WTC) Moskow pada Kamis.

Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana kepada Antara London, Rabu, menyebutkan selain gubernur, wakil gubernur, bupati dan sejumlah pejabat daerah Indonesia, forum bisnis direncanakan dihadiri dan dibuka Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro.

Forum bisnis akan dihadiri sekitar 500 pengusaha, baik dari Rusia maupun dari Indonesia. Infrastruktur penunjang pariwisata akan menjadi fokus utama dalam kegiatan forum bisnis.

Namun demikian, sektor-sektor lain juga akan turut dibahas dalam forum tersebut. Seperti energi, industri, perhubungan dan minyak sawit.

Festival Indonesia yang diadakan untuk ketiga dengan target pengunjung sebanyak 120 ribu orang yang digelar di Taman Krasnaya Presnya terletak di pusat kota Moskow, tidak jauh dari Gedung Putih kantor Pemerintah Federasi Rusia dan dekat dengan World Trade Center (WTC) berlangsung dari tanggal 3 hingga 5 Agustus 2018.

Enjay Diana menyebutkan Festival Indonesia bertemakan Visit Wonderful Indonesia: Explore our Regions merupakan ajang promosi perdagangan, investasi, pariwisata dan seni budaya terpadu sebagai bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia di Rusia.

Di taman seluas 16,5 hektare (ha) yang didirikan tahun 1932 dan merupakan monumen sejarah dan arsitektur serta monumen seni lanskap abad XVIII-XIX, para pengunjung akan merasakan mini Indonesia di Rusia.

Festival diprakarsai KBRI Moskow didukung Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan beberapa sponsor menampilkan pameran produk unggulan Indonesia dari daerah seperti kopi, pakaian, aksesoris, minyak kelapa sawit, kuliner nusantara dan kerajinan tersebar di 85 stan.

Pada Festival Indonesia juga akan ditampilkan berbagai pergelaran seni dan budaya dari daerah seperti lagu, tarian dan permainan alat musik baik di panggung utama, maupun di beberapa panggung atau tempat lainnya secara terpisah.

Dubes Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M Wahid Supriyadi mengatakan pelaksanaan Festival Indonesia sebelumnya telah memberikan dampak signifikan bagi Indonesia.

Dia berharap penyelenggaraan ketiga ini makin meningkatkan kerja sama Indonesia-Rusia. Saat ini hubungan Indonesia-Rusia makin bagus, bisnis juga makin bagus. Sebelumnya perdagangan turun, wisatawan turun. Setelah Festival Indonesia pertama, terakhir 2017, kunjungan wisatawan naik 37 persen.

“Untuk pertama kalinya di atas 100 ribu. Dulu nggak pernah menyentuh 100 ribu. Perdagangan dulu turun, naik sekarang. Terakhir 25 persen menjadi Rp 3,24 miliar dan kita surplus Rp1,7 miliar,” kata Wahid Supriyadi.

Copyright 2016 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps