MITOS 7-03 : Kebun Sawit Pemicu Utama Konversi Hutan Menjadi Non Hutan Sumatera

Perkebunan kelapa sawit merupakan pemicu utama konversi hutan menjadi non hutan di Pulau Sumatera. (MITOS 7-03)

FAKTA – Pulau Sumatera merupakan daerah awal perkembangan sekaligus sentra utama perkebunan kelapa sawit Indonesia. Menurut data Kementerian Pertanian (2015) sekitar 63 persen dari areal kebun sawit nasional berada di Pulau Sumatera. Apakah perkebunan kelapa sawit menjadi pemicu utama konversi hutan menjadi non hutan di Pulau Sumatera?

Pada tahun 1950 luas hutan di Sumatera adalah 37,4 juta ha. Pada kurun waktu 1950-1985 luas konversi hutan menjadi non hutan mencapai 23,8 juta hektar (Gambar 7.2). Sementara perluasan perkebunan sawit hanya 0,5 juta hektar atau 2,3 persen. Akumulasi konversi hutan menjadi non hutan pada kurun waktu 1985-2000, meningkat menjadi 31,6 juta ha. Namun luas perkebunan sawit hanya naik menjadi 2,7 juta hektar atau 8,6 persen.

Dengan kata lain selama kurun waktu 1950-2014, luas konversi hutan menjadi non hutan di Pulau Sumatera mencapai 34,2 juta ha. Sedangkan luas perkebunan sawit Pulau Sumatera pada waktu yang sama adalah 6,8 juta hektar atau hanya 19,9 persen dari luas total koversi tersebut.

Dengan demikian perkebunan kelapa sawit bukanlah pemicu utama konversi hutan menjadi non hutan di Pulau Sumatera. Sekitar 80 persen hasil konversi hutan dipergunakan untuk kepentingan sektor diluar kebun sawit.

Mitos & Fakta (MITOS 7-03)