MITOS 7-04 : Kebun Sawit Pemicu Utama Konversi Hutan Menjadi Non Hutan Kalimantan

Perkebunan kelapa sawit merupakan pemicu utama konversi hutan menjadi non hutan di Pulau Kalimantan. (MITOS 7-04)

FAKTA – Pulau Kalimantan yang disebut sebagai Pulau Borneo menjadi salah satu pusat perhatian dunia khususnya terkait dengan isu pelestarian hutan. Perhatian pada Pulau Borneo tersebut makin besar mengingat pulau tersebut juga merupakan daerah pengembangan daerah perkebunan kelapa sawit. Sehingga terbentuk persepsi bahwa ekspansi kebun sawit menjadi pemicu utama berkurangnya luas hutan di Kalimantan.

Data-data sejarah konversi menunjukkan bahwa pada tahun 1950 luas hutan di Kalimantan mencapai 51,4 juta ha. Dalam kurun waktu 1950-1985 luas konversi kawasan hutan menjadi non hutan mencapai 13,1 juta hektar (Gambar 7.3).

Sementara luas perkebunan sawit pada periode yang sama hanya 0,04 juta hektar atau hanya 0,1 persen dari luas konversi tersebut. Demikian juga pada kurun waktu 1985-2000, akumulasi konversi hutan menjadi non hutan meningkat menjadi 20,2 juta ha, dan sampai pada periode yang sama luas perkebunan sawit baru mencapai 0,8 juta hektar atau hanya sekitar 3 persen dari akumulasi konversi tersebut.

Dengan kata lain selama kurun waktu 1950-2014, akumulasi luas konversi hutan menjadi non hutan Kalimantan sebesar 27,4 juta ha. Sedangkan luas perkebunan sawit Kalimantan pada waktu yang sama hanya 3,4 juta hektar atau hanya 13 persen dari akumulasi luas konversi tersebut.

Dengan demikian persepsi bahwa perkebunan kelapa sawit merupakan pemicu utama konversi hutan menjadi non hutan di Kalimantan tidak didukung oleh data tersebut.

Mitos & Fakta (MITOS 7-04)