MITOS 7-05 : Kebun Sawit Pemicu Utama Konversi Hutan Menjadi Non Hutan Sulawesi

Perkebunan kelapa sawit merupakan pemicu utama konversi hutan menjadi non hutan di Pulau Sulawesi. (MITOS 7-05)

FAKTA – Pulau Sulawesi sesungguhnya bukanlah sentra utama perkebunan kelapa sawit Indonesia. Perkebunan kelapa sawit di Pulau Sulawesi ini, pada tahun 2015 baru mencapai 0,37 juta hektar atau hanya sekitar 3 persen dari luas kebun sawit nasional. Dan pengembangan kelapa sawit di Pulau Sulawesi datang belakangan setelah era logging berlangsung lebih dahulu.

Pada tahun 1950 luas hutan di Sulawesi adalah 17,0 juta ha. Dalam kurun waktu 1950-1985 luas akumulasi konversi hutan menjadi non hutan mencapai 7,2 juta hektar (Gambar 7.4). Sementara perkebunan sawit baru mencapai 0,005 juta hektar atau hanya 0,07 persen dari luas konversi tersebut.

Demikian juga luas akumulasi konversi hutan menjadi non hutan pada kurun waktu 1985-2000 yakni menjadi 7,8 juta ha. Sementara luas perkebunan sawit hanya naik 0,1 juta hektar atau hanya 1,4 persen dari luas akumulasi konversi tersebut.

Dengan kata lain, selama kurun waktu 1950-2014, luas akumulasi konversi hutan menjadi non hutan Sulawesi sebesar 9,9 juta ha. Sedangkan luas perkebunan sawit Sulawesi pada waktu yang sama hanya 0,4 juta hektar atau 3,5 persen dari total akumulasi konversi tersebut. Jadi, perkebunan kelapa sawit bukanlah pemicu utama konversi hutan menjadi non hutan di Pulau Sulawesi.

Mitos & Fakta (MITOS 7-05)