Helm Standar Nasional Indonesia (SNI) Dari Tandan Kosong Sawit

Dosen dan Peneliti Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Dr Siti Nikmatin, mengembangkan helm berbahan dasar limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Ia memanfaatkan limbah kelapa sawit untuk dijadikan membuat helm dengan tujuan mengurangi kandungan plastik yang tidak ramah lingkungan.

Kelebihan helm tandan kelapa sawit ini dibandingkan helm yang beredar saat ini terletak pada seratnya. Meskipun banyak helm yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), namun tidak ada yang memiliki serat dalam bahannya.

Serat dalam helm ini berfungsi untuk menyerap tumbukan yang terjadi ketika terjadi kecelakaan. Harapannya, energi tumbukan ini tidak langsung mengenai kepala pengguna, namun diserap serat terlebih dahulu, sehingga energi tumbukan kecil dan kepala lebih terlindungi.

Temuan Siti ini membuat PT Interstisi Materal Maju tertarik untuk memproduksi massal helm tersebut. Menurut Chief Marketing Officer PT Interstisi Material Maju, Adil Quarta Anggora, limbah sawit dicampur dengan plastik KBS sehingga tercipta biokomposit. Dan, biokomposit inilah yang dicetak menjadi helm.

“Ini sebenarnya riset yang panjang. Dimulai sejak tahun 2008. Pada tahun 2015, muncul banyak isu terkait dengan kelapa sawit yang cukup negatif, sehingga riset terus dikebut dan akhirnya terciptalah biokomposit yang mampu mengurangi 20 persen kandungan plastik pada helm,” kata Adil, saat Pameran Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) yang digagas Kemenristek Dikti di Jogja City Mall, Yogyakarta, Minggu 28 Oktober 2018.

Ia menuturkan helm yang diproduksinya itu lebih ramah lingkungan, sehingga produk helm ini diberi nama ‘Eco-Friendly Helmet’. Biokomposit merupakan bahan yang tahan terhadap benturan.

“Produk eco-friendly helmet ini mulai diproduksi tahun 2016 dan hingga saat ini sudah jumlahnya mencapai 4 ribu helm dengan harga rata-rata Rp350 ribu,” tutur Adil.

Terkait dengan keamanan dari helm, Adil menjamin tidak berbeda kualitasnya dengan helm sudah punya merek dan harga cukup mahal. “Secara sekilas helm eco-friendly ini tak beda dengan helm lainnya. Namun yang jelas helm ini sangat ramah lingkungan,” papar Adil. (Webtorial)

 
Source : Viva.co.id | Picture by BPDP | Video by Youtube