Melek Teknologi : Pelaku Sawit Harus Pintar Main Medsos

Produsen kelapa sawit Indonesia harus mulai memanfaatkan media sosial (teknologi digital) untuk langsung berhubungan dengan para konsumen. Kampanye-kampanye mengenai sawit sudah mulai menyasar ke pengguna akhir kelapa sawit.

Komunikasi ini seharusnya dapat dilakukan juga untuk mengedukasi pasar di luar negeri, baik di Eropa dan Amerika Serikat yang gencar melakukan kampanye negatif soal kelapa sawit Indonesia.

“Strategi produsen sawit kita harus bisa masuk langsung ke konsumen mereka,” kata Pengamat Ekonomi Politik Internasional, Dinna Wisnu saat bertemu dengan media, di Nusa Dua, Bali.

Menurut Dinna, produsen sawit Indonesia dapat memanfaatkan teknologi digital untuk merambah ke konsumen langsung. Pendekatan ini langsung people to people tanpa harus terhambat dengan lobi-lobi antara perusahaan dengan pemerintah, maupun pemerintah dengan pemerintah.

Langkah ini dapat menjadi terobosan komunikasi untuk mengurai kampanye-kampanye miring yang sudah meresap pada konsumen. Langkah ini pula dapat menjadi alternatif komunikasi yang selama ini menggunakan banyak pendekatan antarpebisnis dengan pemerintah, maupun pemerintah dengan pemerintah. Lobi-lobi tersebut memakan waktu yang lama dan prosedur yang panjang.

Peluang pasar kelapa sawit Indonesia masih sangat besar di luar negeri. Kebutuhan minyak nabati di dunia akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi penduduk di dunia. Selain pasar ekspor tradisional di Uni Eropa, India, China, Pakistan, dan Amerika Serikat. Indonesia memiliki peluang di pasar-pasar baru, seperti Rusia dan Asia Selatan.

Source : Wartaekonomi.co.id | Produsen Sawit Harus Rajin Main Medsos | Original Picture (via: qureta.com) Ilustrasi sosial media