MITOS 8-08 : Minyak Kelapa Sawit Pemicu Sakit Jantung & Kardiovaskuler / Aterosklerosis

Konsumsi minyak sawit meningkatkan kolesterol darah sehingga memicu penyakit jantung dan kardiovaskuler/aterosklerosis. (MITOS 8-08)

FAKTA – Kolesterol merupakan suatu lemak yang sebetulnya sangat penting untuk kesehatan tubuh. Namun jika kadarnya terlalu tinggi dan tidak seimbang, itu yang tidak menyehatkan.

Ada tiga fraksi lemak yang menentukan kualitas kolesterol dalam tubuh, yakni kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein), kolesterol baik atau HDL (high density lipoprotein) dan asam lemak (trigliserida). Umumnya LDL dan trigliserida yang tinggi dapat berbahaya bagi kesehatan. Sebaliknya, HDL yang meningkat justru diinginkan dan baik untuk kesehatan. Dengan kata lain, segala sesuatu yang dapat menaikkan LDL dan trigliserida sama artinya dengan menaikan kadar kolesterol jahat. Sedangkan, jika menaikan HDL berarti juga meningkatkan kolesterol baik.

Kaitan antara konsumsi minyak goreng sawit terhadap kolesterol tubuh sudah banyak dibuktikan para ahli gizi dan kesehatan. Puluhan hasil hasil penelitian di dalam dan di luar negeri yang telah dipublikasikan dalam jurnal-jurnal internasional (antara lain : American Journal of Clinic Nutrition, Journal Nutrition Biochemestry) telah menguji apakah konsumsi minyak goreng sawit meningkatkan kolesterol tubuh.

Konsumsi minyak sawit dapat menurunkan LDL sebesar 21 persen dan menurunkan trigliserida 14 persen serta menaikkan HDL sebanyak 24 persen (Mien dkk, 1989). Artinya mengkonsumsi minyak sawit justru menurunkan kolesterol jahat dan sekaligus meningkatkan kolesterol baik sehingga bagus bagi kesehatan tubuh.

Hasil penelitian para ahli lainnya (Lindsey et al., 1990; Hayes et al., 1991; Ng et al., 1992; Goodnight et al., 1992; Truswell et al., 1992; Wood et al., 1993; Hayes et al., 1995; Aro, 1995; Choudhury et al., 1995; Sundram et al., 1994, 1995, 1997; Choudhury et al., 1995; Ghafoorunissa et al., 1995; Zhang et al., 1997b; Hornstra, 1998; French et al., 2002; Voon et al., 2011; Gouk et al., 2013; Gouk et al., 2014) menghasilkan kesimpulan yang mendukung bahwa konsumsi minyak goreng sawit tidak meningkatkan kolesterol tubuh. Bahkan sebaliknya, konsumsi minyak sawit justru memperbaiki kolesterol tubuh yakni meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta mengurangi deposisi lemak tubuh. Sehingga konsumsi minyak sawit sesungguhnya dapat mengurangi/mencegah berbagai penyakit yang terkait dengan kadar dan kualitas kolesterol darah seperti penyakit kardiovaskuler/aterosklerosis.

Perbaikan kolesterol darah tersebut, terkait dengan kandungan minyak sawit yang mengandung komposisi asam lemak yang seimbang, mengandung asam lemak esensial, mengandung senyawa aktif/antioksidan dan proses pembuatan minyak goreng tidak mengalami hidrogenisasi.

Mitos & Fakta (MITOS 8-08)

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps