MITOS 8-09 : Minyak Sawit Mengandung Asam Lemak Trans (Trans-Fatty Acids)

Minyak sawit mengandung asam lemak trans (trans-fatty acids). (MITOS 8-09)

FAKTA – Asam lemak trans (trans-fatty acid) mempunyai dampak yang merugikan kesehatan manusia (FAO, 2010). Oleh karena itu, negara-negara Barat melarang menggunakan asam lemak trans dalam bahan makanan. Asam lemak trans dihasilkan dari proses hidrogenisasi (khususnya hidrogenisasi parsial) untuk meningkatkan kepadatan suatu minyak dalam pembuatan minyak makan (edible oil) seperti minyak goreng kedelai.

Minyak goreng sawit yang secara alamiah memiliki komposisi asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang, bersifat semi solid dengan titik leleh berkisar antara 33oC–39oC, tidak memerlukan proses hidrogenisasi dalam penggunaanya sebagai lemak makanan, sehingga asam lemak trans tidak terbentuk (Hariyadi, 2010).

Dengan demikian minyak goreng sawit tidak mengandung asam lemak trans (free trans fatty acid). Oleh karena itu minyak sawit khususnya stearin dapat menggantikan minyak nabati yang mengandung asam lemak trans (Hariyadi, 2010; Giriwono dan Andarwulan, 2016).

Mitos & Fakta (MITOS 8-09)

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps