Pangan Eropa Gunakan Sawit Lebih Dari 50 Persen

Masyarakat Eropa tidak bodoh begitu saja menerima kampanye negatif sawit sebagai bagian persaingan bisnis. Masyarakat Eropa masih OK banget dengan berbagai keunggulan minyak sawit yang mereka nikmati

Dalam laporan Parlemen Eropa awal Bulan April 2017 yang diberitakan sebagai resolusi sawit Eropa, juga memuat informasi bahwa lebih dari 50 persen produk-produk pangan yang dihasilkan dan dikonsumsi masyarakat Eropa telah menggunakan minyak sawit. Laporan tersebut merupakan pengakuan bahwa minyak sawit Indonesia sangat diminati masyarakat Eropa. Dalam bahasa Ilmu Ekonomi disebut sebagai selera terungkap (revealed preferences).

Pangan Eropa Gunakan Sawit Lebih Dari 50%

Parlemen Eropa sebagai politisi boleh-boleh saja menggungat sawit dengan melihat termasuk menuduh segala kekuranganya. Namun masyarakat Eropa termasuk individu yang ada di parlemen memilih untuk menikmati minyak sawit. Perbedaan pandangan politisi dengan masyarakat Eropa bukan hal yang baru. Kasus Brexit (Britain exit) Parlemen Inggris boleh saja memilih untuk tetap bersatu dengan Uni Eropa, namun masyarakat Inggris justru memilih lain yakni memilih berpisah dengan Uni Eropa. Mungkin demikian juga masyarakat Eropa lainya dalam memilih bahan pangan.

Mengapa masyarakat Eropa masih tetap memilih minyak sawit? Tentu banyak alasannya. Pertama, minyak sawit jauh lebih murah dibandingkan dengan minyak nabati yang lain. Sebagai konsumen yang rasional pastilah memilih produk yang lebih murah karena lebih hemat. Kedua, minyak sawit tidak mengandung asam lemak trans sedangkan minyak nabati lain mengandung asam lemak trans. Penelitian mutakhir para ahli gizi dan kesehatan di Barat telah membuktikan bahwa lemak trans yang terkandung dalam minyak kedelai, minyak rapeseed menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Ketiga, minyak sawit mengandung senyawa aktif seperti beta karoten, tokoferol yang bermanfaat sebagai anti kanker, anti kolesterol dan anti penuaan dini yang tentunya penting bagi masyarakat Eropa. Keempat, minyak sawit memiliki karakteristik kimia unggul yang sesuai dengan variasi kebutuhan berbagai macam industri pangan. Dan banyak lagi keunggulan minyak sawit yang tentunya dapat diakses masyarakat Eropa yang lebih melek media sosial.

Tentu saja, masyarakat Eropa selain memperoleh informasi keunggulan minyak sawit, juga memperoleh informasi kekurangan minyak sawit yang dikampanyekan LSM anti sawit. Namun masyarakat Eropa bukan orang bodoh yang begitu saja percaya. Masyarakat Eropa sangat memahami bahwa kampanye negatif sawit adalah persaingan bisnis. Masyarakat Eropa juga tahu bahwa deforestasi, kebakaran hutan tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga terjadi di seluruh negara termasuk di Eropa sendiri. Juga mereka tau, bahwa emisi karbon Eropa jauh lebih tinggi dari emisi Indonesia.

Dengan segala kekurangan minyak sawit yang dipropaganda LSM anti sawit, namun adanya berbagai keunggulan minyak sawit tersebut, masyarakat Eropa masih mempersepsikan (perceive value) bahwa minyak sawit masih OK banget.

Source : Sawit.or.id