Publication

“Tata kelola hutan kita sejak awal Orde Baru sampai saat ini masih amburadul yang ditandai dengan penebangan kayu massif, luas degradasi hutan, kebakaran hutan massif, pembalakan dan perburuan satwa langka yang menyebabkan satwa liar terdesak ke pemukiman dan kawasan pertanian.” (more…) ...
Read More
Fenomena bencana banjir merupakan bagian dari perubahan iklim global (global climate change). Karena itu, bencana banjir terjadi hampir di seluruh negara di dunia dan tidak ada kaitannya dengan perkebunan kelapa sawit. (more…) ...
Read More
Indonesia berbeda dengan Eropa dan Amerika Utara yang pada awal masa pembangunannya menghabiskan/mendeforestasi seluruh hutan sehingga tidak lagi memiliki hutan asli untuk “rumahnya” satwa-satwa liar dan biodiversity lainnya. Oleh karena itu, saat ini Eropa dan Amerika Utara sedang membangun kembali hutan konservasi/lindung yang disebut sebagai High Conservation Value (HCV) dan ...
Read More
Daerah kebun-kebun sawit di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi merupakan pemutar roda ekonomi Jawa-Bali Kebun sawit berkembang di luar Pulau Jawa-Bali khususnya di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sepintas, perkembangan kebun sawit tersebut tidak ada kaitanya dengan masyarakat di Pulau Jawa-Bali. Dalam kenyataannya tidaklah demikian. (more…) ...
Read More
Fenomena kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai negara tampaknya juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (2015) kebakaran hutan/lahan terjadi pada hampir seluruh provinsi di Indonesia. (more…) ...
Read More
Jika dibandingkan pendapatan rumah tangga petani sawit dengan rumah tangga petani non sawit (PASPI, 2014) secara umum pendapatan petani sawit lebih tinggi dari pendapatan petani non-sawit. (more…) ...
Read More
Setiap detik atmosfer bumi dijejali sampah karbondioksida dari kegiatan manusia di planet Bumi. Manusia, hewan, kendaraan bermotor serta pabrik-pabrik di seluruh dunia membuang (emisi) karbondioksida (gas rumah kaca) yang berlebihan ke atmosfer bumi, yang telah memicu terjadinya pemanasan global dan perubahan lingkungan. (more…) ...
Read More
Nalar umum (common sense) saja sangat mudah memahami bahwa tanaman apa pun di planet bumi ini berfungsi sebagai pelestarian lingkungan hidup. Tidak ada satu teori pun yang mengatakan tanaman itu merusak lingkungan. Tumbuhan/tanaman diciptakan Tuhan. Bahkan sebaliknya, kita diminta menanam tanaman apa saja untuk perbaikan lingkungan. (more…) ...
Read More
Kebun sawit memiliki mulifungsi yang memberi multi manfaat bagi masyarakat dunia. Kebun sawit merupakan bagian dari paru-paru, mata rantai energi, konservasi tanah dan air serta mesin cetak kue ekonomi dalam ekosistem planet bumi (more…) ...
Read More
Kelapa Sawit, Benarkah Disebut Primadona ..? Kelapa sawit, sejatinya bukan tanaman asli Indonesia. Bermula dari 4 biji kelapa sawit, yang sebenarnya aslinya dari Afrika tersebut dibawa orang Belanda ke Indonesia dan ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1848. Karena tanaman tersebut tumbuh subur dan setelah dicoba di beberapa daerah ...
Read More

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps