Sawit Berkembang Menjadi Megasektor

Megasektor Sawit bagian penting dari sistem ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan biomaterial dan ketahan ekologis nasional dan dunia

Perkebunan sawit nasional saat ini bukan lagi sebatas bercocok tanaman kelapa sawit atau perkebunan sawit saja, tetapi sudah berkembang meluas baik ke hulu maupun ke hilir membentuk suatu kluster industri yang dapat disebut sebagai Megasektor Sawit yang mencakup empat sektor besar berikut.

Sawit Berkembang Menjadi Megasektor

Pertama, Sektor Budidaya Sawit (On-Farm Sector) yakni perkebunan kelapa sawit (Kebun sawit) terdiri atas kebun sawit rakyat, Kebun sawit swasta dan Kebun sawit BUMN yang tersebar pada sekitar 200 kabupaten. Hasil sektor ini berupa minyak sawit mentah (CPO), minyak inti (PKO), dan biomas. Kedua, Sektor Hulu (Up-Stream Sector) yakni industri-industri yang menghasilkan barang-barang modal-teknologi (Embodied Technology) yakni industri pembibitan (Breeding Industry), industri pupuk dan pestisida (Agrochemical Industry), serta industri peralatan dan mesin (Agro-Otomotif Industry).

Ketiga, Sektor Hilir (Down-Stream Sector ) yang mengolah CPO/PKO dan biomas menjadi produk jadi yakni industri oleo pangan (Oleofood Industry), industri oleokimia/biomaterial (biosurfactan, biolubrikan, biofamasi/toiletries/nutrisikal, biopalstic dll) serta industri bioenergi (biodiesel, biopremium/bioethanol, bioavtur, dll). Dan Keempat, Sektor Jasa pendukung (Supporting Services Sector) yakni industri/lembaga yang menyediakan jasa bagi Sektor Hulu, Tengah dan Hilir yakni sektor perdagangan (lokal,antar pulau,internasional), Riset, Pendidikan SDM, Perbankan dan Asuransi, Transportasi, Pelabuhan, Kebijakan Pemerintah (tataruang, pertanahan, fiskal, moneter, perdagangan internasional, standarnisasi, perijinan, dll).

Megasektor sawit tersebut, menghasilkan bahan pangan (Oleofood), biomaterial, bioenergi dan jasa lingkungan (paru-paru dunia ) yang cukup besar dan merupakan bagian penting dari sistem ketahanan pangan, sistem ketahanan biomaterial, ketahanan  bioenergi , ketahanan ekologis nasional (bahkan dunia) baik saat ini terutama dimasa yang akan datang.

Dengan berkembangnya perkebunan sawit menjadi Megasektor sawit yang juga sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia, memerlukan perubahan paradigma,dan cara pengelolaan. Indonesia harus percaya diri dan menempatkan diri (merebut) sebagai pemimpin industri/pasar minyak sawit global. Standar mutu industri dan perdagangan produk-produk minyak sawit global, haruslah datang dari Indonesia dan diperjuangkan menjadi standar mutu global minyak sawit.

Indonesia juga harus merebut posisi sebagai pemimpin IPTEK sawit dunia dengan makin menggiatkan riset-riset semua aspek sawit. Orkestra riset sawit pada seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia harus dibangun, dikembangkan dan disinergikan sebagai kekuatan Megasektor Sawit Indonesia dalam memimpin pasar minyak nabati dunia kedepan.

Source : Sawit.or.id