Sawit Konsisten Penyumbang Terbesar Devisa

Untunglah kita punya sawit yang mampu menghasilkan ekspor terbesar saat ini, yang mampu menutup defisit sektor lain sehingga neraca perdagangan menjadi surplus dan makin sehat.

Tahun 2016 baru saja kita lalui. Sebagaimana laporan BPS, sepanjang tahun 2016 neraca perdagangan barang Indonesia (Ekspor-Impor) sejak bulan Januari sampai Nopember menikmati surplus secara kumulatif mencapai 8,02 miliar dollar Amerika Serikat. Pada bulan Desember, neraca perdagangan tersebut diperkirakan mencatat surplus sekitar 0,6 milliar dollar Amerika Serikat. Sehingga secara akumulatif  surplus neraca perdagangan kita tahun 2016 mencapai sekitar 8,62 milliar dollar Amerika Serikat.

Sektor ekspor apa yang menyumbang surplus tersebut? Jawabanya ternyata ekspor minyak sawit (CPO dan turunannya). Ekspor minyak sawit kita konsisten mencatat surplus setiap bulan sepanjang tahun 2016 sehingga secara kumulatif ekspor sawit mencapai sekitar 17,8 milliar dollar Amerika Serikat. Ekspor sawit merupakan penyumbang terbesar devisa Indonesia.

Pentingnya industri sawit sebagai penyumbang devisa terbesar dapat dijelaskan sebagai berikut. Jika  ekspor sawit kita pisahkan dari total ekspor nasional setiap bulan, ternyata neraca perdagangan kita  mengalami defisit sejak Januari sampai Desember.

Bulan Januari 2016, tanpa ekspor sawit, neraca perdagangan defisit 0,59 miliar dollar AS. Pada Bulan Januari ekspor sawit mencapai surplus 1,3 miliar dollar AS, sehingga jika surplus ekspor sawit mampu menutup defisit ekspor diluar sawit sehingga pada Bulan Januari neraca perdagangan kita menikmati surplus 0,71 miliar dollar AS.

Kondisi yang sama juga terjadi pada pertengahan tahun 2016 lalu. Tanpa ekspor sawit, neraca perdagangan kita secara kumulatif Januari-Juni mengalami defisit 4,03 miliar dollar AS. Untungnya, ekspor sawit secara kumulatif Januari-Juni menghasilkan surplus sebesar 7,91 miliar dollar AS, sehingga secara total neraca perdagangan kita masih menikmati surplus 3,88 milliar dollar AS.

Sampai dengan Desember, secara kumulatif neraca perdagangan tanpa sawit, mencatat defisit 9,18 miliar dollar AS. Defisit tersebut mampu ditutup oleh ekspor sawit yang secara kumulatif mencapai 17.8 miliar dollar AS, sehingga mengakhiri tahun 2016 yang lalu neraca perdagangan kita secara kumulatif mencatat surplus 8.62 milliar dollar AS.

Lagi-lagi tercatat bahwa industri sawit selain penyumbang terbesar devisa selama tahun 2016 (bahkan dalam 10 tahun terakhir), industri sawit juga membuat surplus dan menyehatkan neraca perdagangan kita. Oleh karena itu, mari kita rawat industri sawit kita yang tersebar pada 190 kabupaten. Jangan biarkan intervensi asing melalui LSM, menghancurkan industri sawit kita.

Source : Sawit.or.id