Sawit Minyak Nabati Paling Sehat

Bukti – bukti empiris menyatakan bahwa minyak kelapa sawit baik bagi kesehatan

Berbagai cara terus dilakukan oleh pihak asing untuk menghentikan perkembangan komoditas kelapa sawit, dari mulai isu deforestasi hingga kesehatan. Tapi ternyata tuduhan tersebut adalah pembohongan publik atau tidak berdasarkan fakta.

Sawit Minyak Nabati Paling Sehat

Jika ditilik dari sejarah, tuduhan atau anggapan keliru tersebut muncul karena menganggap pendapat ahli kesehatan Amerika Serikat selalu benar. Pada tahun 1955, sekitar 62 tahun silam, berawal dari penelitian Dr. Ancel Keys menyatakan semua lemak terutama hewani tidak baik bagi kesehatan. Di depan para ahli WHO di Jenewa, Keys membacakan hasil penelitiannya di Jepang, Italia, Inggris, Kanada, Australia dan AS tentang kematian yang dialami penderita penyakit jantung koroner akibat diet tinggi lemak hewani. Selanjutnya bukan hanya lemak hewani yang dianggap membahayakan kesehatan tetapi juga termasuk lemak nabati yang banyak mengandung lemak jenuh. Termasuk minyak kelapa sawit dan minyak kelapa yang berasal dari negara-negara tropis (Indonesia, Malaysia dan Filipina) yang mengandung lemak jenuh tinggi. Maka minyak goreng produksi negara-negara tropis itu dianggap membahayakan kesehatan. Pandangan yang menganggap lemak jenuh tidak baik bagi kesehatan adalah jelas keliru, karena sejatinya kolestrol adalah sejenis lemak yang sangat berguna bagi tubuh, yakni untuk membentuk dinding sel, empedu, hormon dan vitamin.

Isu miring dan pandangan yang keliru terhadap minyak sawit banyak terpatahkan oleh bukti-bukti empiris yang obyketif, Pada 1998, pendapat ini mulai dibantai oleh sarjana AS sendiri, diantaranya Dr. Bruce Five dari Coconut Research Center, Colorado dengan bukunya “Saturated Fat May Save Your Life”, yang menyatakan munculnya berbagai isu miring tersebut diperkirakan karena produk dalam negeri mereka kalah bersaing dengan minyak sawit yang ongkos produksinya lebih rendah.

Prof. Oleg Medvedev dari school of medicine, Moscow menyebutkan bahwa sawit merupakan minyak paling sehat di dunia. Konsumsi pada lemak jenuh dan lemak tak jenuh harus seimbang pada tubuh, dalam minyak sawit terkandung hampir 50 persen asam lemak jenuh dan hampir separuhnya adalah asam lemak tak jenuh. Guru besar ini juga memaparkan kalau Parlemen dari beberaoa negara di Eropa juga sudah mulai memutuskan untuk tidak mempergunakan minyak trans dan mengganti dengan minyak kelapa sawit. Karena minyak sawit dianggap sebagai pengganti paling cocok dari minyak trans.

Dr. Puspo Edi Giriwono, Kepala Seafast Centre IPB juga menyatakan hal yang senada bahwa minyak sawit mengandung hampir 50% asam lemak jenuh dan hampir 50% lemak tidak jenuh (dalam komposisi seimbang), sehingga jika digunakan untuk menggoreng maka stabilitasnya tinggi, tidak mudah tengik, dan menghasilkan produk gorengannya awet dan tidak mengandung radikal bebas tinggi. Dengan komposisi seimbang ini, Minyak sawit dinyatakan sebagai minyak goreng nabati yang paling cocok dan sehat dibandingkan dengan minyak nabati lain. Minyak nabati lain, komposisinya selalu tidak imbang. Minyak kedelai misalnya, sekitar hampir 85-90 % asam lemak tidak jenuh, 10-15% asam lemak jenuh. Minyak kelapa memiliki kandungan 85-90 % asam lemak jenuh, sedangkan yang 10-15% asam lemak tidak jenuh. Sementara itu minyak biji bunga matahari itu karakteristiknya sama dengan minyak kedelai dan jagung, yakni 85-90% asam lemak tidak jenuh, serta 10-15 % asam lemak jenuh. Keuntungan lain apabila mengkonsumsi minyak sawit mengandung omega yang berfungsi untuk membangun dinding sel dan membran sel tubuh.

Ambar Rukmini, pakar pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) menyatakan kelapa sawit justru bermanfaat bagi kesehatan. Minyak kelapa sawit merupakan anti aging(penuaan) dapat menghambat penyakit degeneratif. Selain itu meski dikonsumsi tinggi, asam palmitat tidak mengakibatkan hiperkolestrolemia jika dikonsumsi bersama asam linoleat > 4,5% dari total energi dan diet minyak sawit menurunkan serum TC, LDL-C dan TC/HDL=C. Pada pemanfaatan sebagai minyak goreng, minyak sawit memiliki karakter yang lebih stabil terhadap oksidasi dibanding minyak kedelai, minyak bunga matahari, minyak canola. Bahkan, minyak sawit kaya karotenoid mampu melindungi jantung terhadap stress oksidatif (studi pada jantung tikus).

Sri Raharjo dari Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada menjelaskan, minyak kelapa dan minyak biji sawit termasuk minyak baik karena molekulnya kecil-kecil sehingga bila dikonsumsi akan menghasilkan sedikit kolestrol LDL. Sedang minyak kedelai, minyak kacang dan beberapa lainnya disebut minyak buruk karena molekulnya besar-besar sehingga bila dikonsumsi akan menghasilkan banyak kolestrol LDL.

Dari beberapa bukti empiris diatas dapat disimpulkan bahwa minyak kelapa sawit baik bagi kesehatan. Jadi isu yang mengatakan kelapa sawit tidak baik bagi kesehatan hanyalah pembohongan publik yang harus diluruskan.

Source : Sawit.or.id