Terasa Kreatif & Berkesan! Sport Tourism Kebun Sawit Tambah Variasi Wisata Indonesia

Sekitar 1500 peserta bersemangat mengikuti lomba Oil Palm Marathon 2023 di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Socfin Indonesia di kebun Bangun Bandar, Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara pada Sabtu (25/11).

Ada 17 peserta dari luar negeri yang ikut berlari memperebutkan dua nomor kategori, yaitu nomor 42K International Male dan 42K International Female. Dari 17 peserta asing tersebut, 15 di antaranya berasal dari Kenya dan 2 peserta lagi dari Malaysia. Lomba ini dilepas oleh Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya sejak pukul 06.00 WIB, ketika gelapnya subuh belum sempurna berganti dengan terangnya mentari pagi.

Tidak hanya sendiri, turut melepas Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Tambunan, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut Timbas Prasad Ginting sebagai tuan rumah, lalu Ketua Gapki Pusat Eddy Martono, dan Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Achmad Maulizal.

Maraton dengan tema “Run for Sustainable Oil Palm” ini merupakan lomba ketiga kali yang digelar oleh Gapki Sumut. Sebuah event olahraga berbalut pariwisata sekaligus kampanye lingkungan. Dalam dunia pariwisata sering disebut sebagai sport tourism. Terkait dengan ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkirakan potensi bisnis sport tourism Indonesia sampai 2024 mencapai Rp18,79 triliun.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Timbas menjelaskan, selain sebagai kampanye positif tentang perkebunan sawit yang berkelanjutan, Oil Palm Marathon 2023 juga menjadi momentum untuk menggiatkan perekonomian yang tengah lesu dengan sport tourism. “Maraton ini karena menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia termasuk peserta luar negeri, tentu akan menghidupkan hunian hotel, penerbangan, kuliner, dan perdagangan di Sumut. Ada 1500 peserta yang ikut,” ujar Timbas.

Gapki Sumut sebagai organisasi pengusaha di daerah, berusaha berkontribusi menghidupkan perekonomian di Sumut tidak hanya dari core bisnis anggotanya yang bergerak di perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit, tapi juga mencoba mencari peluang lain yang masih sejalan dengan misi organisasi. Dalam hal ini, menurut Ketua Gapki Sumut itu, ajang Oil Palm Marathon 2023 menjadi komitmen bagi pihaknya untuk membangkitkan ekonomi Serdang Bedagai dan Sumut.

Menurutnya, ajang Oil Palm Marathon 2023 juga bertujuan memberitahu kepada masyarakat global bahwa kelapa sawit sudah menjadi tanaman berkelanjutan (sustainable). Oleh karena itu, Gapki Sumut mengajak masyarakat untuk berlari maraton di bawah naungan pohon sawit yang telah ditanam 3-5 kali daur ulang (replanting) tanpa merusak lingkungannya, khususnya tanah dan sumber airnya.

“Sekalian udaranya yang segar untuk menunjukan bahwa tanaman kelapa sawit itu bukan penyebab pemanasan global. Harapannya Oil Palm Marathon 2023 ini menjadi kegiatan kampaye positif kelapa sawit.” Supaya masyarakat juga lebih mengenal tanaman kelapa sawit yang sudah menjadi bahan baku untuk produk rumah tangga yang sudah mereka pakai dari pagi, siang, sore hingga malam.

Sedangkan, Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya mengharapkan ajang sport tourism dalam rupa lomba marathon di perkebunan kelapa sawit bisa menjadi event berjadwal sehingga membantu pengembangan ekonomi dan potensi wisata yang ada di daerah.

“Menarik maraton di jalan yang ada di area perkebunan kelapa sawit. Ini bagus dikembangkan menjadi tujuan favorit wisata lari buat masyarakat Indonesia, bahkan manca Negara. Iven ini bisa semakin mengenalkan UMKM turunan sawit, membantu masyarakat sekitar, dan menggerakkan ekonomi daerah di Kabupaten Sergai,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno menyambut baik dilaksanakannya Oil Palm Marathon 2023 di Sumut. “Kami sangat mengapresiasi event Oil Palm Marathon yang tentu dapat mendukung pergerakan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. Salam untuk rekan-rekan GAPKI Sumut dan Panitia Oil Palm Marathon,” ujar Sandiaga.

Kemenparekraf telah menjadikan kegiatan sport tourism sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dengan target 7,4 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia. Bisnis Indonesia

Post View : 1057