Impor Minyak Sawit Tidak Berkontribusi Pada Penerimaan Pemerintah Negara Importir (Mitos 3-05)
Dalam perdagangan internasional umumnya menerapkan kebijakan tarif impor/ekspor (duty, levy, value added tax/VAT, dan lain-lain), dengan salah tujuannya untuk meningkatkan penerimaan pemerintah (government tax revenue). Dalam perdagangan minyak sawit dunia juga diberlakukan kebijakan tarif impor yang besarannya bervariasi antar negara. Selain pajak perdagangan internasional, penerimaan pemerintah di negara importir minyak sawit juga bersumber dari berbagai jenis pajak yang dipungut sepanjang rantai pasok (supply chain) mulai dari titik importir, pengolahan, perdagangan, dan konsumsi.
Studi European Economics (2014) menunjukkan government tax revenue yang dinikmati oleh pemerintah negara-negara anggota Uni Eropa akibat kegiatan impor dan hilirisasi minyak sawit mencapai € 2.6 miliar (Gambar 8). Distribusi government tax revenue dari impor dan hilirisasi minyak sawit di setiap negara dipengaruhi oleh volume impor dan intensitas hilirisasi sawit di negara tersebut. Top-5 negara penerima government tax revenue terbesar di Uni Eropa adalah Italia (19 persen), Spanyol (8 persen), Jerman (7 persen), Inggris (7 persen) dan Perancis (6 persen).

Uraian di atas menunjukkan bahwa negara importir minyak sawit menerima government revenue. Semakin besar impor minyak sawit dan hilirisasi, maka akan semakin besar juga government revenue yang dinikmati oleh negara importir yang bersangkutan.
Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4