Fakta Mengejutkan! Siapa Sebenarnya Yang Menikmati Keuntungan Dari Industri Sawit?

Industri Sawit Bersifat Eksklusif Yang Manfaat Ekonominya Hanya Dinikmati Oleh Pelaku Usahanya Sendiri (Mitos 3-06)

Eksklusifisme menjadi isu yang sering dituduhkan dan dialamatkan pada industri sawit. Bahkan sejak awal pengembangannya tahun 1970- 1980, para ekonom banyak menilai industri sawit hanya akan menguntungkan dalam bentuk korporasi. Besarnya modal yang diperlukan untuk membuka kebun sawit rakyat serta teknologi pengolahan kelapa sawit (CPO-Mill) yang pada waktu itu di luar jangkauan kemampuan rakyat menjadi hambatan bagi rakyat untuk memasuki usaha perkebunan kelapa sawit (Sipayung, 2018).

Namun dengan dukungan kebijakan pemerintah melalui kemitraan dengan perusahaan perkebunan negara/swasta (PIR/NES), terbukti membuka kesempatan bagi petani rakyat untuk memasuki usaha perkebunan kelapa sawit. Pada tahun 2021, pangsa perkebunan kelapa sawit rakyat mencapai 40 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit nasional. Hal ini menunjukkan bahwa petani rakyat juga menikmati manfaat dari perkebunan kelapa sawit.

Manfaat perkebunan kelapa sawit juga tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha tersebut. Hal ini dapat dilihat dari indikator multiplier output, pendapatan, nilai tambah dan tenaga kerja (Tabel 2).

Indeks multiplier output, pendapatan, tenaga kerja dan nilai tambah perkebunan kelapa sawit lebih besar dari satu. Hal ini mencerminkan bahwa manfaat dari perkebunan kelapa sawit juga dinikmati oleh masyarakat luas. Peningkatan aktivitas ekonomi pada perkebunan kelapa sawit mempunyai keterkaitan ke belakang (backward linkages) maupun keterkaitan ke depan (forward linkages) (Syahza, 2005; PASPI, 2014). Perkebunan kelapa sawit memiliki keterkaitan ke belakang dengan suplier input produksi perkebunan dan keterkaitan ke depan dengan industri pengguna minyak sawit (Rifin, 2011; PASPI, 2014; Edwards, 2019).

Peningkatan konsumsi, investasi maupun ekspor sawit akan menciptakan manfaat yang lebih besar (melalui direct effect, indirect effect, dan induced consumption effect) baik dalam bentuk output, pendapatan, nilai tambah, dan penciptaan kesempatan kerja. Manfaat tersebut tidak hanya dinikmati pada perkebunan kelapa sawit saja tetapi juga dalam perekonomian secara keseluruhan (Tabel 3).

Uraian di atas menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit secara ekonomi, bukanlah kegiatan ekonomi yang eksklusif melainkan kegiatan ekonomi yang bersifat inklusif. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit akan menciptakan “kue ekonomi” bagi sektor-sektor ekonomi nasional baik yang terkait langsung maupun yang terkait secara tidak langsung dengan perkebunan kelapa sawit.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1810