Terungkap! Benarkah Perkebunan Sawit Gagal Tingkatkan Akses Air Bersih di Desa?

Perkebunan kelapa sawit tidak berkontribusi pada peningkatan akses masyarakat desa terhadap air bersih (Mitos 4-12)

Air merupakan kebutuhan utama masyarakat untuk minum, mandi dan mencuci. Oleh karena itu, dimana masyarakat berada seperti masyarakat perkebunan kelapa sawit, fasilitas air bersih menjadi bagian yang sangat penting (term of condition) terselenggaranya proses produksi perkebunan.

Studi PASPI (2022) menunjukkan akses masyarakat baik di Desa Sawit maupun Desa Non-Sawit relatif sama terhadap sumber air. Sumber air bersih bagi masyarakat di Desa Sawit maupun Desa Non-Sawit terdiri dari PAM, sumur, air kemasan dan mata air, serta sumber lainnya (air hujan, sungai, dan lain-lain).

Dalam studi tersebut, terdapat dua hal menarik dari sumber air bersih di Desa Sawit yaitu:

Pertama, akses terhadap air bersih pada masyarakat Desa Sawit sama dengan Desa Non-Sawit. Hal ini sekaligus menepis isu yang mengatakan masyarakat Desa Sawit mengalami krisis sumber air bersih.

Kedua, terjadi pergeseran kualitas sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat Desa Sawit yakni dari air sungai dan air hujan (kualitas lebih rendah) ke sumber air bersih yang lebih berkualitas yakni sumur dan PAM. Hal ini menunjukkan affordability masyarakat Desa Sawit terhadap air bersih yang makin berkualitas semakin meningkat.

Data di atas juga menunjukkan bahwa kehadiran perkebunan kelapa sawit tidak menurunkan akses masyarakat terhadap sumber air bersih. Sebaliknya, data tersebut menunjukkan masyarakat Desa Sawit memiliki availability dan affordability sumber air bersih yang semakin berkualitas.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1113