Minyak sawit yang diperdagangkan di pasar merupakan minyak dari biji sawit yang sama dengan minyak kelapa (Mitos 5-01)
Dalam perdagangan minyak nabati dunia, banyak pihak yang masih mengira bahwa minyak sawit sama dengan minyak kelapa. Meskipun nama kedua minyak nabati tersebut mirip dan sama-sama berasal dari pohon palma (palm trees), namun terdapat perbedaan dalam komposisi kedua minyak tersebut.
Selain minyak sawit dan minyak kelapa, masyarakat dunia juga sering salah menilai bahwa minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) sama dengan minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (CPKO).
Padahal keduanya amat berbeda baik secara fisik maupun kimia. Minyak sawit diekstraksi dari daging buah sawit (mesocarp), sedangkan minyak inti sawit diekstraksi dari inti biji sawit (palm kernel).
Dari komposisi asam lemaknya, ketiga minyak nabati tersebut dapat diperbandingkan (Gambar 2). Minyak sawit memiliki komposisi asam lemak jenuh (saturated fatty acid) dan tak jenuh (unsaturated fatty acid) yang relatif seimbang. Sedangkan komposisi pada minyak inti sawit dan minyak kelapa lebih didominasi oleh asam lemak jenuh. Minyak kelapa memiliki komposisi asam lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan minyak inti sawit.
Perbedaan komposisi pada ketiga minyak nabati tersebut juga terletak pada kandungan asam lauratnya. Kandungan asam laurat pada minyak sawit sekitar 0.1-1 persen (Hariyadi, 2010), minyak inti sawit sekitar 46-52 persen (Ketaren, 2008) dan minyak kelapa sekitar 48 persen (Supriatna dan Mala, 2019; Isyanti dan Sirait, 2021). Tingginya kandungan asam laurat pada minyak inti sawit dan minyak kelapa menjadikan kedua minyak tersebut digolongkan sebagai minyak laurat (lauric oil) karena memiliki tingkat ketidakjenuhan yang rendah dan stabilitas oksidatif yang tinggi (Nyberg, 1970).
Referensi :
- Hariyadi P. 2010. Mengenal Minyak Sawit dengan Berbagai Karakter Unggulnya. GAPKI. Tersedia pada: http://phariyadi.staff.ipb.ac.id/files/2015/01/2014-Buku-Mengenal- Minyak-Sawit-dengan-Beberapa-Karakter-Unggulnya.pdf
- Isyanti M, Sirait SD. 2021. Fraksinasi Asam Laurat, Short Chain Trigelyseride (SCT) dan Medium Chain Trigelyseride (MCT) dari Minyak Kelapa Murni. Warta IHP/Journal of Agro-based Industry. 38(2): 160-168.
- Ketaren S. 2008. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta (ID): UI-Press.
- Nyberg AJ. 1970. The Demand for Lauric Oils in the United States. American Journal for Agricultural Economics. 52(1): 97-102. https://doi.org/10.2307/1238167
- Supriatna D, Mala DM. 2019. Pemanfaatan Kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dalam Mendukung Visi Indonesia Sehat 2015. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi 2015, Malang Indonesia. 577-584.
Sumber: Mitos dan Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4
