Joko Supriyono Rilis Buku: “Masih Berjayakah Sawit Indonesia Menghadapi Tantangan Sustainability Global?”

Jakarta – Mantan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, merilis buku berjudul “Masih Berjayakah Sawit Indonesia Menghadapi Tantangan Sustainability Global?” Buku ini merangkum pengalaman Joko selama lebih dari 38 tahun di industri kelapa sawit, termasuk masa jabatannya sebagai Ketua Umum GAPKI periode 2015-2023.

Dalam peluncuran bukunya di Jakarta pada Rabu (4/9/2024), Joko mengangkat berbagai tantangan industri sawit, terutama terkait isu sustainability dan risiko stagnansi produktivitas. “Kelapa sawit telah menjadi bagian penting dari energi global, dan Indonesia harus fokus pada strategi regional maupun global untuk memastikan masa depannya,” ungkap Joko.

Sustainability: Tantangan Utama

Sustainability diakui Joko sebagai tantangan utama dalam persaingan minyak nabati global. Minyak sawit kerap menjadi target kampanye negatif dari produsen minyak nabati lain, seperti minyak biji bunga matahari dan rapeseed. Padahal, minyak kelapa sawit memiliki potensi besar sebagai bahan baku biodiesel yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Kejayaan kelapa sawit membutuhkan komitmen kuat dari pemerintah dan pelaku usaha, termasuk diplomasi, advokasi, dan proteksi yang serupa dengan langkah negara lain,” tambah Joko.

Dukungan dari Berbagai Stakeholders

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengapresiasi buku karya Joko Supriyono. Menurutnya, buku ini menjadi panduan yang sangat berharga bagi semua pihak yang berkecimpung di industri kelapa sawit. “Buku ini memperjelas bahwa sustainability adalah tuntutan pasar yang wajar. Untuk itu, Indonesia perlu memperkuat komitmennya melalui sertifikasi ISPO yang sudah berjalan,” jelas Eddy.

Eddy juga menekankan bahwa buku ini menawarkan solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi industri, seperti kebijakan terkait kebun masyarakat yang masuk dalam kawasan dan pentingnya memperkuat penerimaan sertifikasi ISPO di pasar global.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin, turut memberikan komentar positif terhadap buku ini. “Bukunya bagus dan inspiratif, dengan pendekatan yang mengombinasikan analisis ekonomi, kebijakan, dan cerita pengalaman pribadi Joko,” kata Bustanul. Ia juga menilai buku ini memberikan tinjauan historis yang baik tentang perkembangan sawit di Indonesia. (*)

Post View : 1632