Apa Benar Sawit Tidak Berguna untuk Kulit? Disini Terungkap Faktanya..

Produk sawit tidak memiliki manfaat bagi kesehatan kulit (Mitos 5-16)

Minyak sawit merupakan salah satu sumber oleokimia alami yang tersedia di alam. Salah satu produk olahan (finished product) berbasis oleokimia sawit yang telah banyak digunakan masyarakat dunia adalah biosurfaktan seperti produk-produk personal care dan toiletries seperti sabun, deterjen, shampoo, skincare, kosmetik dan lain-lain. Biosurfaktan sawit dapat mensubsitusi penggunaan surfaktan berbasis petrokimia dari fosil yang relatif tidak ramah lingkungan dan tidak dapat diperbarui (Hambali et al., 2019).

Biosurfaktan berbasis sawit yang diaplikasikan pada produk sabun, deterjen dan produk kebersihan lainnya, memiliki karakteristik disperse yang baik dengan sifat penyabunan yang baik terutama pada air (Hambali, 2019; Hidayati et al., 2005). Biosurfaktan sawit memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat berperan sebagai cleansing agent yang menghasilkan efek busa banyak dan memiliki sifat mikroba spektrum luas yang efektif mematikan bakteri dan virus, serta dapat dengan mudah mengangkat kotoran namun tetap menjaga kesehatan kulit.

Penggunaan minyak sawit dan turunannya sebagai produk perawatan kulit (skincare) juga semakin diminati oleh masyarakat global. Hal ini dikarenakan minyak sawit adalah bahan alami yang memiliki keunggulan dari segi keamanan dibandingkan dengan minyak mineral maupun komponen sintesis. Produk skincare berbasis sawit yang dihasilkan bebas dari senyawa hidrokarbon polisiklik aromatic yang berbahaya bagi kulit manusia.

Komponen senyawa bioaktif seperti karoten (vitamin A) dan vitamin E pada minyak sawit yang kaya antioksidan juga memiliki manfaat bagi kesehatan kecantikan kulit seperti melembabkan kulit, mempercepat penyembuhan luka bakar, mampu meregenerasi kulit, memperlambat penuaan (anti-aging), dan lain-lain (Longganathan et al., 2010). Senyawa bioaktif lainnya dalam minyak sawit seperti squalene dan ubiquinone juga menjadi salah satu komposisi yang banyak digunakan pada produk skincare (Sinaga, 2021).

Squalene mampu memberikan kelembaban pada kulit khususnya bagi kulit sensitif, memperbaiki kerusakan kulit akibat sinar UV hingga mengatasi kulit berjerawat dan berminyak. Sementara itu, penggunaan ubiquinone yang dikombinasikan dengan karoten juga efektif untuk memperlambat penuaan pada kulit seperti mengurangi kerutan dan mengatasi inflamasi. Bahkan kandungan asam palmitat pada minyak sawit membuat produk tersebut lebih aman digunakan oleh semua jenis kulit karena bersifat non- comedogenic.

Uraian di atas menunjukkan bahwa aplikasi minyak sawit untuk berbagai produk toiletries dan personal care (termasuk skincare) sangat luas dan bervariasi. Kandungan senyawa bioaktif dalam minyak sawit menambah keunggulan produk toilleteries dan skincare berbasis minyak sawit karena dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kulit. Diharapkan dengan meningkatnya consumer awareness terhadap produk yang lebih alami dan berkelanjutan, semakin mendorong pemanfaatan minyak sawit yang lebih luas pada produk toiletries dan skincare.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1522