Minyak sawit adalah sumber minyak nabati dunia yang paling rakus deforestasi (Mitos 6-16)
Empat tanaman minyak nabati utama dunia yaitu kelapa sawit, kedelai, rapeseed, dan bunga matahari memasok sekitar 85-90 persen minyak nabati dunia. Menurut data USDA (2021) dan Oil World (2020) menunjukkan bahwa pertumbuhan luas area keempat tanaman minyak nabati utama dunia tersebut mengalami pertumbuhan relatif cepat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
Berdasarkan data USDA (2021), produktivitas tanaman kelapa sawit dalam menghasilkan minyak nabati mencapai 3.36 ton minyak per hektar per tahun. Sedangkan produktivitas tanaman minyak nabati lainnya jauh lebih rendah dibandingkan kelapa sawit.
Produktivitas minyak bunga matahari hanya 0.78 ton per hektar, produktivitas minyak rapeseed hanya 0.75 ton per hektar, dan produktivitas minyak kedelai hanya 0.47 ton per hektar. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas minyak per hektar yang dihasilkan kelapa sawit hampir 4-7 kali lipat produktivitas tanaman minyak nabati utama lainnya. Dalam konteks penyediaan minyak nabati dunia, pertanyaannya adalah untuk menyediakan kebutuhan minyak nabati dunia, tanaman minyak nabati mana yang paling hemat deforestasi?
Berdasarkan produktivitas tersebut, secara implisit telah terlihat bagaimana intensitas deforestasi antar minyak nabati utama dunia. Jika indeks deforestasi didefinisikan sebagai indeks kebutuhan lahan untuk menghasilkan setiap ton minyak nabati, maka dapat dilakukan perbandingan sumber minyak nabati mana yang paling rakus deforestasi dan minyak nabati mana yang paling hemat deforestasi.
Dengan asumsi bahwa semua ekspansi minyak nabati merupakan suatu deforestasi dan indeks deforestasi minyak sawit sebagai benchmark (indeks=100), maka indeks deforestasi minyak kedelai mencapai 710, indeks deforestasi minyak rapeseed sebesar 448 dan indeks deforestasi minyak bunga matahari mencapai 430 (Gambar 6).
Artinya dengan deforestasi minyak sawit sebagai benchmark, deforestasi minyak kedelai mencapai 7.1 kali dari minyak sawit. Sementara itu, deforestasi minyak rapeseed mencapai 4.48 kali dari minyak sawit dan deforestasi minyak bunga matahari mencapai 4.3 kali dari minyak sawit.
Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling hemat deforestasi, sedangkan minyak nabati lainnya relatif boros deforestasi. Dengan melihat komposisi produksi minyak nabati dunia tahun 2021, dimana pangsa minyak sawit dalam empat minyak nabati utama dunia sebesar 43 persen, maka indeks deforestasi tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 57 persen minyak nabati dunia diproduksi dari minyak nabati yang boros deforestasi.
Dan sekitar 43 persen minyak nabati dunia dihasilkan dari minyak nabati yang relatif hemat deforestasi. Jika masyarakat dunia ingin menurunkan deforestasi dalam penyediaan minyak nabati, maka komposisi produksi minyak nabati tersebut perlu diubah dengan meningkatkan pangsa minyak sawit yang relatif lebih hemat deforestasi. Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4
