GAPKI Perkuat Komitmen Hijau dengan Penanaman Mangrove

Jakarta –  Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi penghijauan. Kali ini, organisasi tersebut menggelar kegiatan penanaman mangrove di Ketapang Urban Aquaculture, Desa Ketapang, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (4/12/2024).

Doc. GAPKI: Mukti Sardjono – Direktur Eksekutif GAPKI

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai komunitas lingkungan seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Mangrove Jakarta Community, Kesemat Mangrove Volunteer, Komunitas Indonesia Women Paddler, serta komunitas dari Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas YARSI, dan Universitas Islam Negeri (UIN).

Komitmen GAPKI dalam Pelestarian Lingkungan

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menegaskan bahwa meskipun GAPKI merupakan organisasi pengusaha kelapa sawit, mereka memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

“GAPKI terus berupaya meningkatkan ketahanan iklim melalui berbagai program penghijauan dan konservasi alam, termasuk penanaman mangrove,” ungkap Mukti dalam keterangan tertulis.

Mangrove, lanjut Mukti, memiliki peranan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai. Selain menjadi habitat bagi berbagai jenis makhluk hidup seperti burung, kepiting, dan biota laut, mangrove juga mampu melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan kerusakan lingkungan.

Sebelumnya, GAPKI telah merehabilitasi sekitar 50 hektar hutan mangrove di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat abrasi tertinggi di provinsi tersebut.

Penghargaan atas Dedikasi Lingkungan

Atas upaya nyata dalam pelestarian alam, GAPKI menerima penghargaan “Outstanding Conserving Sustainable Nature” dalam acara Kampanye Semakin Hijau yang diinisiasi oleh Radio Elshinta. Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Haryo Ristamaji, menyatakan bahwa langkah GAPKI memberikan inspirasi, terutama dalam menghadapi tantangan abrasi pantai dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“Hutan mangrove tidak hanya melindungi garis pantai dari gelombang ekstrem, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai jenis hewan, termasuk Mimi atau belangkas, yang kini terancam punah,” ujar Haryo.

Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengapresiasi langkah GAPKI yang sejalan dengan rencana pemerintah daerah. Menurutnya, Desa Ketapang telah memulai rehabilitasi mangrove sejak 2014 dan kini berupaya membangun Pusat Riset Mangrove bersama IPB.

“Bumi yang kita tempati hari ini adalah titipan dari generasi mendatang. Penanaman pohon, termasuk mangrove, adalah langkah nyata untuk menjaga masa depan,” kata Soma, mengutip pepatah tentang pentingnya penghijauan.

Melepas Belangkas, Simbol Pelestarian Ekosistem

Selain menanam mangrove, kegiatan ini juga diwarnai dengan pelepasan 64 belangkas ke habitat alami. Langkah ini dilakukan GAPKI bersama dengan pemerintah daerah, PLN, Radio Elshinta, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keberagaman hayati di ekosistem pesisir.

Melalui program ini, GAPKI kembali menegaskan bahwa kontribusi nyata terhadap lingkungan tidak mengenal batas sektor. Upaya seperti ini menjadi bukti bahwa pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama demi generasi mendatang. (*)

Post View : 1303