Biodiesel Sawit
Biodiesel sawit adalah istilah umum untuk bahan bakar cair yang dihasilkan dari minyak kelapa sawit, digunakan sebagai pengganti atau campuran solar (diesel fosil). Biodiesel sawit merupakan salah satu jenis biofuel — istilah payung yang mencakup semua bahan bakar berbasis biomassa, termasuk juga bioetanol dan biogas. Biofuel adalah istilah payung untuk bahan bakar yang berasal dari biomassa, sedangkan biodiesel adalah salah satu jenis biofuel yang secara teknis merupakan ester asam lemak (FAME) yang dibuat dari minyak nabati (dalam hal ini minyak sawit) melalui proses transesterifikasi.¹

Biodiesel Sawit vs FAME: Apa Bedanya?
Di sinilah yang sering bikin bingung: secara teknis, biodiesel sawit yang paling umum diproduksi dan diperdagangkan saat ini ADALAH FAME. Kedua istilah ini sering dipakai bergantian dalam industri, karena FAME adalah jenis biodiesel paling dominan dan paling banyak diproduksi secara komersial di dunia.²
Namun, “biodiesel” sebenarnya istilah yang lebih luas dibanding FAME, karena juga bisa mencakup jenis lain seperti HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) — biodiesel yang diproses lewat hidrogenasi, bukan transesterifikasi.¹ Jadi, hubungan keduanya bisa digambarkan begini:
- Biodiesel sawit = kategori bahan bakar pengganti solar dari minyak sawit (istilah umum)
- FAME = jenis/metode produksi biodiesel sawit yang paling umum (lewat transesterifikasi)
- HVO/Renewable Diesel (D100) = jenis biodiesel sawit lain, diproses lewat hidrogenasi, bukan FAME
Mengapa Perbedaannya Penting?
Meski sama-sama disebut “biodiesel sawit”, FAME dan HVO punya karakteristik kimia yang berbeda jauh. FAME masih mengandung oksigen dalam struktur molekulnya (masih berbentuk ester), sedangkan HVO sudah dihilangkan oksigennya lewat proses hidrogenasi sehingga menjadi hidrokarbon murni yang lebih menyerupai solar fosil.³ Perbedaan struktur ini berdampak pada sifat penyimpanan, kestabilan, dan performa di mesin — sehingga penting bagi pembaca untuk tidak menyamakan begitu saja “biodiesel sawit” dengan “FAME”, meski di Indonesia keduanya memang hampir selalu merujuk pada hal yang sama karena program biodiesel nasional (B30, B40, B50) berbasis FAME sawit.
Relevansi bagi Industri Sawit Indonesia
Di Indonesia, ketika orang menyebut “biodiesel sawit”, yang dimaksud hampir selalu adalah FAME berbasis CPO — karena itulah yang menjadi basis program mandatori B30 hingga B50. Memahami bahwa “biodiesel sawit” adalah istilah payung, sementara FAME adalah bentuk spesifiknya, membantu menghindari kerancuan ketika teknologi lain seperti HVO/D100 mulai lebih banyak dibicarakan ke depannya.
Referensi
¹ Universitas Islam Indonesia, “Perbedaan Biofuel dan Biodiesel”, https://www.uii.ac.id/perbedaan-biofuel-dan-biodiesel/
² USPTO Patent Application, “System and method for producing hydrothermal renewable diesel and saturated fatty acids”, https://image-ppubs.uspto.gov/dirsearch-public/print/downloadPdf/11414606
³ Baker Institute, “What to Know About Renewable Diesel and Biodiesel”, https://www.bakerinstitute.org/research/what-know-about-renewable-diesel-and-biodiesel