Apa Itu ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil)?
ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) adalah kebijakan dan sistem sertifikasi yang dibentuk Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian, untuk memastikan pengelolaan perkebunan kelapa sawit dilakukan sesuai standar keberlanjutan.¹ ISPO merupakan standar nasional minyak sawit berkelanjutan pertama di dunia yang dibentuk oleh suatu negara, sekaligus menjadi rujukan bagi negara produsen sawit lain yang mempertimbangkan skema serupa.²
Sejarah dan Dasar Hukum
ISPO pertama kali dibentuk pada 2009 untuk memastikan seluruh pelaku usaha kelapa sawit memenuhi standar pertanian yang diizinkan.² Kebijakan ini kemudian diperkuat lewat Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, dan disempurnakan melalui Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia.³ Aturan operasionalnya dituangkan lebih rinci lewat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2020, yang menggantikan aturan sebelumnya (Permentan No. 11/2015).⁴
Tujuan ISPO
Secara umum, ISPO bertujuan untuk:¹ ⁵
- Meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia
- Mendukung komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca
- Memastikan pengelolaan perkebunan sawit layak secara ekonomi, sosial-budaya, dan ramah lingkungan
- Mempercepat penurunan emisi gas rumah kaca sektor sawit
Prinsip dan Kriteria ISPO
Berdasarkan Perpres No. 44/2020, sertifikasi ISPO untuk perkebunan besar mencakup 7 prinsip, 41 kriteria, dan 126 indikator, sedangkan untuk perkebunan sawit swadaya (petani) diberlakukan skema yang lebih sederhana, yaitu 4 prinsip, 7 kriteria, dan 48 indikator.⁶ Ketujuh prinsip utama ISPO mencakup aspek legalitas usaha, tata kelola perkebunan, pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam, tanggung jawab terhadap pekerja, tanggung jawab sosial dan komunitas, peningkatan usaha secara berkelanjutan, hingga transparansi.⁷
Proses Sertifikasi
Sertifikasi ISPO dilakukan oleh lembaga penilaian kesesuaian independen yang telah ditunjuk pemerintah dan terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).⁵ Proses ini mencakup permohonan, audit sertifikasi awal, audit penilikan berkala, hingga audit khusus jika terjadi perubahan ruang lingkup usaha, sebelum akhirnya keputusan sertifikasi diterbitkan.⁸
Perkembangan Terbaru: ISPO Kini Bersifat Wajib
Pemerintah terus memperkuat tata kelola industri sawit nasional melalui penerapan standar ISPO yang kini bersifat wajib (mandatori), sebagai langkah strategis memastikan industri sawit Indonesia tumbuh berkelanjutan sekaligus menjaga daya saing di tengah dinamika perdagangan global.⁹ Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan standar keberlanjutan ini menjadi fondasi penting bagi masa depan industri sawit nasional.⁹
Kritik terhadap ISPO
Meski terus diperkuat, ISPO juga menuai sejumlah kritik, terutama terkait minimnya keterlibatan LSM dan auditor independen dalam proses sertifikasinya.² Sejumlah pihak turut mempertanyakan sejauh mana istilah “berkelanjutan” pada sertifikasi sawit — baik ISPO maupun skema internasional lain — benar-benar dapat menjamin praktik yang sepenuhnya bebas dari deforestasi dan dampak lingkungan.²
Relevansi bagi Industri Sawit Indonesia
ISPO menjadi instrumen utama pemerintah untuk menjawab kritik internasional soal deforestasi dan konversi lahan gambut akibat ekspansi perkebunan sawit,¹⁰ sekaligus memperkuat posisi tawar produk sawit Indonesia di tengah tekanan regulasi pasar global seperti EUDR (Uni Eropa). Dengan status sertifikasi yang kini wajib bagi seluruh pelaku usaha — dari korporasi besar hingga petani swadaya — ISPO menjadi fondasi tata kelola yang menentukan keberlangsungan akses pasar ekspor sawit Indonesia ke depan.
Referensi
¹ SDS Indonesia, “Sertifikasi – Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)”, https://sdsindonesia.com/id/indonesian-sustainable-palm-oil-ispo/
² Hashmicro, “Pentingnya ISPO untuk Perusahaan Kelapa Sawit”, https://www.hashmicro.com/id/blog/pentingnya-ispo-untuk-perusahaan-kelapa-sawit/
³ School of Public Policy, Chiang Mai University, “Indonesian Sustainable Palm Oil Certification System: A Sound Policy for a Sustainable Future”, https://spp.cmu.ac.th/indonesian-sustainable-palm-oil-certification-system-a-sound-policy-for-a-sustainable-future/
⁴ ISPO Indonesia (Tunas Sawa Erma Group), “ISPO – Indonesian Sustainable Palm Oil”, https://tsegroup.co.id/sustainability/ispo/
⁵ Mutu Certification, “ISPO: Definisi, Manfaat, Tujuan, dan Sertifikasi”, https://mutucertification.com/apa-itu-ispo-serta-manfaat-dan-tujuan/
⁶ Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Nusantara (JP2N), “Pengenalan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Bagi Pekebun Kelapa Sawit Desa Koto Tibun”, https://jurnal.yp2n.org/index.php/jp2n/article/view/18
⁷ Intertek Indonesia, “ISPO | Indonesian Sustainable Palm Oil”, https://www.intertek.com/assurance/ispo-ind/
⁸ SDS Indonesia, “Sertifikasi – Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)”, https://sdsindonesia.com/id/indonesian-sustainable-palm-oil-ispo/
⁹ MCI News, “Pemerintah Perkuat Standar Indonesian Sustainable Palm Oil untuk Sawit Berkelanjutan”, https://mcinews.id/2026/03/10/pemerintah-perkuat-standar-indonesian-sustainable-palm-oil-untuk-sawit-berkelanjutan/
¹⁰ Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Nusantara (JP2N), “Pengenalan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Bagi Pekebun Kelapa Sawit Desa Koto Tibun”, https://jurnal.yp2n.org/index.php/jp2n/article/view/18
