Apa Itu Palm Kernel Expeller (PKE)?
Palm Kernel Expeller (PKE), atau yang dikenal sebagai Bungkil Inti Sawit (BIS), adalah produk samping yang dihasilkan dari proses ekstraksi minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO)⁵.

Setelah inti sawit dipres untuk diambil minyaknya, akan tersisa ampas padat yang disebut PKE. Produk ini berbentuk butiran atau bongkahan berwarna cokelat hingga cokelat kemerahan dan masih mengandung protein, lemak, dan serat dalam jumlah yang cukup signifikan².
Meskipun merupakan hasil samping, PKE bukanlah limbah. Dalam industri kelapa sawit, PKE memiliki nilai ekonomi tinggi dan dimanfaatkan secara luas sebagai bahan baku pakan ternak serta komoditas ekspor³.
Proses Terbentuknya PKE
Secara ringkas, PKE terbentuk melalui tahapan berikut:
- Tandan Buah Segar (TBS) diolah di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan kernel (inti sawit).
- Kernel kemudian dikirim ke pabrik pengolahan inti atau Kernel Crushing Plant.
- Inti sawit dipres menggunakan mesin mekanis (screw press) untuk menghasilkan Palm Kernel Oil (PKO).
- Sisa padatan dari proses pengepresan tersebut disebut Palm Kernel Expeller (PKE)⁵.
Dalam proses ekstraksi ini, jumlah PKE yang dihasilkan dapat mencapai sekitar 45–46% dari berat kernel yang diolah⁶.
Standar Mutu dan Kandungan Nutrisi
Berdasarkan SNI 7856:2017 yang diterbitkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN)¹, Bungkil Inti Sawit diklasifikasikan dalam dua mutu utama berdasarkan kandungan nutrisinya.
Secara umum, standar tersebut mensyaratkan:
- Protein kasar minimal 14–16%
- Lemak kasar maksimal 9–10%
- Serat kasar maksimal 16–20%
- Kadar air maksimal 12%
- Kadar abu maksimal 5–6%
- Kandungan cangkang maksimal 10–15%¹
Selain itu, PKE juga mengandung mineral penting seperti fosfor (P), seng (Zn), dan mangan (Mn) dalam kadar relatif tinggi². Energi metabolisnya berkisar antara 2.582–2.682 kkal/kg⁶, sehingga cukup baik sebagai sumber energi alternatif dalam ransum ternak.
Pemanfaatan PKE
Sebagai Pakan Ternak Ruminansia
PKE paling banyak dimanfaatkan untuk ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba³. Penelitian dan rekomendasi teknis menunjukkan bahwa:
- Pada sapi potong dan sapi perah, PKE dapat digunakan hingga 65–70% dalam formulasi ransum tertentu².
- Pada kambing dan domba, penggunaannya dapat mencapai sekitar 30% dari total ransum².
Pemberian PKE pada sapi dilaporkan dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sekitar 0,61 kg per hari. Pada sapi perah, penggunaan PKE dalam konsentrat juga dapat meningkatkan produksi susu dan menekan biaya pakan².
Untuk Unggas (Dengan Pengolahan Tambahan)
Karena kandungan serat kasarnya cukup tinggi, PKE kurang optimal jika langsung diberikan kepada unggas. Oleh karena itu, diperlukan proses fermentasi atau pengolahan tambahan untuk meningkatkan kecernaan dan menurunkan kadar serat⁶. Setelah difermentasi, PKE dapat digunakan dalam kisaran 5–15% dalam ransum unggas⁶.
Sebagai Komoditas Ekspor
Selain untuk kebutuhan domestik, PKE juga menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia³. Produk ini dikirim ke berbagai negara sebagai bahan baku industri pakan ternak. Dalam rantai hilirisasi sawit, PKE berkontribusi pada peningkatan nilai tambah industri serta penerimaan devisa negara⁴.
Signifikansi Ekonomi dan Industri
Keberadaan PKE menunjukkan bahwa industri kelapa sawit menerapkan prinsip pemanfaatan menyeluruh (zero waste concept). Setiap bagian hasil pengolahan memiliki nilai ekonomi, termasuk hasil samping seperti PKE³.
Selain membantu mengurangi ketergantungan pada bungkil kedelai impor, pemanfaatan PKE juga dapat menekan biaya produksi pakan ternak hingga 14–20%².
Dengan demikian, PKE memiliki peran strategis baik dalam sektor perkebunan maupun peternakan nasional.
Referensi
¹ Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Babel (2024). Standar Mutu Bungkil Inti Sawit sebagai Bahan Pakan untuk Menunjang Ransum Ternak Ruminansia. https://babel.brmp.pertanian.go.id/berita/standar-mutu-bungkil-inti-sawit-sebagai-bahan-pakan-untuk-menunjang-ransum-ternak-ruminansia
² Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara (2024). Bungkil Inti Sawit sebagai Pakan Ternak. https://disbun.kukarkab.go.id/artikel/bungkil-inti-sawit-sebagai-pakan-ternak
³ Media Perkebunan (2024). Bungkil Sawit: Kandungan Nutrisi, Manfaat, dan Cara Pengolahan. https://mediaperkebunan.id/bungkil-sawit-kandungan-nutrisi-manfaat-dan-cara-pengolahan/
⁴ Aprian, G. B. & Irawan, F. (2023). Review of Value Added Tax on Palm Kernel Expeller After the Supreme Court Decision Number 70P/HUM/2013. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN), STAN. https://jurnal.pknstan.ac.id/index.php/pkn/article/view/2316
⁵ Dinas Perkebunan Provinsi (2023). Bungkil Inti Sawit sebagai Bahan Pakan Ternak. https://disbun.kukarkab.go.id/artikel/bungkil-inti-sawit-sebagai-pakan-ternak