< Semua topik
Cetak

FAME (Fatty Acid Methyl Ester)

FAME (Fatty Acid Methyl Ester) adalah senyawa yang dihasilkan dari proses transesterifikasi asam lemak dalam minyak sawit dengan metanol. FAME merupakan bentuk biodiesel yang berasal dari minyak nabati, termasuk minyak sawit, dan digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti atau campuran solar berbasis fosil.¹

Proses Pembuatan FAME

Transesterifikasi adalah proses reaksi kimia antara trigliserida dalam minyak nabati dengan alkohol (umumnya metanol), dengan bantuan katalis, yang menghasilkan fatty acid methyl ester (FAME) dan gliserol sebagai produk sampingan. Reaksi ini berlangsung dalam tiga tahap reversibel berurutan: konversi trigliserida menjadi digliserida, digliserida menjadi monogliserida, dan akhirnya monogliserida menjadi gliserol — di mana setiap tahap konversi menghasilkan satu molekul ester, sehingga satu molekul trigliserida dapat menghasilkan tiga molekul ester (FAME).¹

Katalis basa homogen seperti KOH, NaOH, dan natrium metoksida (NaOCH₃) adalah yang paling banyak digunakan dalam proses transesterifikasi minyak nabati menjadi FAME, karena harganya murah dan mudah diperoleh, serta menunjukkan aktivitas katalitik yang baik dengan waktu reaksi minimum dan hasil (yield) biodiesel tinggi pada suhu dan tekanan ruang.¹ Proses transesterifikasi ini berlangsung pada kondisi relatif ringan (suhu 50–80°C, tekanan atmosferik), berbeda dengan proses hidrogenasi pada pembuatan HVO yang membutuhkan tekanan dan suhu jauh lebih tinggi.²

FAME dan Program Biodiesel Indonesia

Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia menjadikan FAME sebagai komponen utama program biodiesel nasional, yang dicampurkan ke bahan bakar solar fosil dalam berbagai kadar — dikenal dengan istilah Bxx, di mana “xx” menunjukkan persentase volume FAME dalam campuran.

Program biodiesel Indonesia berkembang bertahap sejak diperkenalkan pada 2005–2006: dari B5, naik ke B10 (2013), B20 (2016), B30 (2020), hingga B35 (2023). Pemerintah kemudian menetapkan B40 mulai 1 Januari 2025, dan resmi memberlakukan mandatori B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026, dengan masa transisi tiga bulan bagi pelaku usaha untuk menghabiskan stok B40 yang masih tersedia.³ Kebijakan ini menjadikan Indonesia negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori campuran bahan bakar nabati setinggi 50% secara nasional, mencakup seluruh sektor mulai dari kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, hingga perkeretaapian.⁴

Perbedaan FAME dengan Renewable Diesel/HVO

FAME perlu dibedakan dari renewable diesel atau HVO (Hydrotreated Vegetable Oil). Perbedaan utamanya terletak pada kandungan oksigen: FAME tetap mempertahankan gugus ester dalam strukturnya (masih mengandung oksigen), sedangkan HVO diproses melalui hidrogenasi penuh yang menghilangkan seluruh atom oksigen, sehingga menghasilkan hidrokarbon parafin murni yang sifatnya jauh lebih menyerupai solar fosil.² Kandungan oksigen inilah yang membuat FAME lebih rentan mengalami oksidasi selama penyimpanan dibanding HVO.²

Relevansi bagi Industri Sawit Indonesia

Program biodiesel berbasis FAME menjadi salah satu penyerap terbesar produksi CPO dalam negeri, sekaligus strategi pemerintah untuk mengurangi impor solar dan memperkuat ketahanan energi nasional.³ Bagi industri sawit, hal ini membuka pasar domestik yang besar dan stabil, di luar permintaan ekspor CPO untuk pangan dan oleokimia.


Referensi

¹ RSC Advances, “Widely used catalysts in biodiesel production: a review”, https://pubs.rsc.org/en/content/articlehtml/2020/ra/d0ra07931f
² ScienceDirect Topics, “Hydrotreated Vegetable Oil – an overview”, https://www.sciencedirect.com/topics/engineering/hydrotreated-vegetable-oil
³ CNBC Indonesia, “Mandatori Biodiesel B50 Mulai Berlaku Juli 2026, Ada Transisi 3 Bulan”, https://www.cnbcindonesia.com/news/20260630160744-4-746912/mandatori-biodiesel-b50-mulai-berlaku-juli-2026-ada-transisi-3-bulan
⁴ Detik Finance, “Mulai 1 Juli 2026, Semua Sektor Wajib Pakai B50!”, https://finance.detik.com/energi/d-8463401/mulai-1-juli-2026-semua-sektor-wajib-pakai-b50

Daftar Isi