GAPKI : Produksi Sawit Tetangga Kita Masih Lebih Unggul, Mengapa?

PADANG – Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tofan Mahdi mengatakan produksi sawit di Indonesia masih kalah dari negara tetangga Malaysia.

“Tingkat produktivitas kelapa sawit Indonesia dibanding Malaysia jauh lebih rendah. Kalau dihitung dari segi menghasilkan buah, rata-rata Malaysia menghasilkan 30 ton per hektar per tahun.

Sementara, Indonesia baru sekitar 15 hingga 17 ton per hektar per tahun. Angka ini masih harus dikejar,” kata Tofan Mahdi.

Ia menjelaskan peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit adalah problem terbesar, tidak hanya di pihak perusahaan tetapi juga di masyarakat.

Kenapa produktivitas sawit Indonesia masih rendah?

Tofan Mahdi menjelaskan, dari sekitar 14 juta hektar lahan sawit yang ada, 43 persen merupakan perkebunan milik masyarakat (perkebunan rakyat).

Ia menyebutkan tantangan perkebunan rakyat yakni bagaimana standar pengolahan sama dengan perusahan besar.

“Paling tidak, tidak jauh berbeda. Masyarakat harus mendapat bibit yang baik. Peremajaan sawit adalah momentum pemerintah untuk mengembangkan perkebunan rakyat sehingga produktif,” kata Tofan Mahdi.

Tofan Mahdi juga berharap Pemda menyarankan masyarakat untuk menjadi anggota GAPKI.

“Jumlah anggota GAPKI masih sangat kecil. Dari 3 ribu perusahaan sawit yang ada di Indonesia, hanya sekitar 20% yang menjadi anggota GAPKI,” ungkap Tofan Mahdi. (*)

Source : Padang.tribunnews.com | GAPKI: Produksi Sawit Indonesia Jauh Lebih Rendah dari Negara Tetangga Malaysia

Copyright ©2019 Indonesian Palm Oil Association (IPOA) All rights reserved.
Contact Us | About GAPKI | GAPKI Conference | Location Maps