Perkebunan Sawit Dunia Terluas Dari Tanaman Nabati Lainnya.. Benarkah?

Mitos 2-02 – Perkebunan Kelapa Sawit Dunia Lebih Luas Dari Tanaman Minyak Nabati Utama Lainnya, Sehingga Produksi Minyak Sawit Dunia Lebih Tinggi Dari Minyak Nabati Utama Lainnya

Dalam produksi minyak nabati utama dunia telah terjadi perubahan komposisi selama periode tahun 1980-2021 (Gambar 1). Pada tahun 1980, produksi minyak nabati utama dunia masih didominasi oleh minyak kedelai dengan volume sebesar 9.9 juta ton (51 persen). Kemudian diikuti oleh minyak sawit sebesar 5.4 juta ton (28 persen), minyak rapeseed sebesar 2.6 juta ton (13 persen) dan minyak bunga matahari sebesar 1.5 juta ton (8 persen).

Komposisi produksi minyak nabati utama dunia mengalami perubahan pada tahun 2021 yakni munculnya minyak sawit sebagai sumber minyak nabati terbesar dunia dengan volume produksi sebesar 84.2 juta ton atau dengan pangsa 43 persen dari total produksi empat minyak nabati utama dunia. Kemudian diikuti oleh minyak kedelai sebesar 61.3 juta ton (32 persen), minyak rapeseed sebesar 27.9 juta ton (14 persen) dan minyak bunga matahari sebesar 22 juta ton (11 persen).

Namun demikian (Tabel 1 dan Gambar 2), dari luas areal empat tanaman minyak nabati utama dunia 2021 yakni sebesar 221.1 juta hektar, pangsa luas areal tanaman minyak nabati terbesar adalah kedelai yang mencapai 59 persen, kemudian disusul oleh pangsa luas areal rapeseed sebesar 17 persen, pangsa luas areal bunga matahari sebesar 13 persen dan pangsa luas perkebunan kelapa sawit sebesar 11 persen.

Dengan demikian, sangat jelas bahwa luas areal perkebunan kelapa sawit justru paling kecil dibandingkan dengan luas areal tanaman minyak nabati lainnya. Dari produksi minyak, produksi minyak sawit adalah yang terbesar. Hal ini berarti perkebunan kelapa sawit lebih produktif dalam penggunaan lahan dibanding dengan tanaman minyak nabati lainnya.

Sumber: Mitos & Fakta – Edisi 4

Post View : 1556