Mitos 2-03 – Produktivitas Minyak Dari Perkebunan Kelapa Sawit Lebih Rendah Dibandingkan Dengan Produktivitas Tanaman Minyak Nabati Lain Sehingga Tidak Ekonomis Untuk Dijadikan Sebagai Sumber Minyak Nabati Utama Dunia
Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian dunia, masyarakat dunia memerlukan sumber minyak nabati yang memiliki produktivitas minyak yang lebih tinggi. Sehingga dengan lahan yang semakin terbatas dapat dihasilkan minyak nabati dengan volume yang lebih besar.
Berdasarkan data produktivitas tanaman minyak nabati utama dunia tahun 2021 (Tabel 2) menunjukkan bahwa produktivitas tanaman kelapa sawit dalam menghasilkan minyak nabati mencapai 3.36 ton minyak per hektar per tahun. Artinya dari satu hektar perkebunan kelapa sawit mampu menghasilkan minyak dengan volume sebesar 3.36 ton per tahun. Sedangkan produktivitas tanaman minyak nabati lainnya jauh lebih rendah dibandingkan kelapa sawit. Produktivitas minyak bunga matahari sebesar 0.78 ton per hektar, produktivitas minyak rapeseed sebesar 0.75 ton per hektar, dan produktivitas minyak kedelai hanya sebesar 0.47 ton per hektar. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas minyak per hektar yang dihasilkan kelapa sawit hampir 4-7 kali lipat produktivitas tanaman minyak nabati utama lainnya.

Berdasarkan data tersebut sangat jelas bahwa dari segi produktivitas minyak per hektar, produktivitas kelapa sawit adalah tertinggi dibandingkan tanaman minyak nabati lain. Perkebunan kelapa sawit merupakan tanaman minyak nabati yang paling efisien dalam penggunaan lahan dibandingkan tanaman minyak nabati lain (IUCN, 2018).
Selain produktivitas minyak paling tinggi, tanaman kelapa sawit juga memiliki sejumlah keunggulan produksi yakni tergolong tanaman tahunan (perennial plant) dengan siklus produksi (life span) selama 25-30 tahun dan pemanenan minyak yang dilakukan setiap dua minggu sekali sepanjang tahun. Keunggulan tersebut menjadikan minyak sawit sebagai sumber minyak nabati utama dunia dengan availability tinggi (volume relatif besar dengan pasokan stabil sepanjang tahun) dan affordability tinggi (terjangkau dengan harga paling kompetitif) dibandingkan dengan minyak nabati lain (PASPI Monitor, 2021u). Berbagai keunggulan tersebut membuat minyak sawit memenuhi syarat sebagai minyak nabati dunia paling efisien.
Sumber: Mitos & Fakta – Edisi 4