Beraneka Ragam Produk UKM Berbahan Dasar Kelapa Sawit

BORNEONEWS – Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan bahwa produk UKM berbahan kelapa sawit kini semakin beragam. “Produk berbahan kelapa sawit ini makin beragam, salah satunya adalah helm proyek yang menjadi bagian penting dalam standar keselamatan pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN,” kata Helmi dalam rilisnya pada Rabu, 19 Juni 2024.

Untuk mempromosikan penggunaan produk UKM sawit, lanjut Helmi, tim Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit melakukan kunjungan ke booth Otorita IKN dalam kegiatan Indonesia City Expo atau ICE 2024 di BSCC Dome Balikpapan. “Berbagai upaya telah dilakukan BPDPKS dalam membangun kemitraan UKMK sawit, termasuk salah satunya ini,” bebernya.

Helmi menyoroti peluang kolaborasi dengan Otorita IKN, terutama dalam konteks pembangunan berkelanjutan. “Kegiatan-kegiatan UKMK sawit sangat potensial untuk dikolaborasikan, terutama karena salah satu konsep dalam pembangunan IKN adalah menerapkan Sustainable Development Goals atau SDGs yang juga sejalan dengan prinsip-prinsip pengembangan sawit berkelanjutan,” ungkap Helmi.

Lebih lanjut disampaikan Helmi terdapat beragam produk turunan sawit, termasuk hasil grant riset sawit yang dapat dikembangkan untuk masyarakat. Di sekitar wilayah IKN terdapat banyak perkebunan sawit rakyat, sehingga pekebun dapat mendapatkan nilai tambah dari hasil sawit. Termasuk akan mendorong percepatan tercapainya salah satu prinsip dari delapan prinsip Ibu Kota Negara, yaitu peluang ekonomi untuk semua.

Dalam kesempatan tersebut, BPDPKS menyerahkan salah satu produk UKM sawit yang telah mendapatkan Standar Nasional Indonesia atau SNI, yaitu helm proyek sawit, kepada perwakilan Otorita IKN, Dr Dwi Agus Susilo, dari Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital. Helm proyek sawit merupakan inovasi biomaterial yang didukung oleh riset dan hilirisasi dari BPDPKS. Cangkang helm terbuat dari komposit dengan filler serat mikropartikel tandan kosong kelapa sawit atau TKKS, yang telah tersertifikasi SNI dan memiliki paten granted P00201609159 serta paten brand D002017041221 dengan TKDN 71,12 persen.

Inovator helm sawit adalah Dr Siti Nikmatin dari IPB University. Helm green composite berbahan sawit ini memiliki keunggulan berupa daya tahan tinggi terhadap benturan, ringan, ramah lingkungan karena berbahan biomass sawit, serta tidak panas saat digunakan.Komersialisasi helm sawit dilakukan oleh UKM seperti PT Interstisi Material Maju atau PT IMM dan PT Material Data Space atau PT MDS, yang menjadi bagian dari UKMK sawit mitra BPDPKS. Produk ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. (TESTI PRISCILLA/H)

Sumber: borneonews.co.id

Post View : 925