Apakah Iya? Minyak Sawit Dipakai Lebih Sedikit Dibanding Minyak Nabati Lainnya..

Pangsa Konsumsi Minyak Sawit Dalam Konsumsi Minyak Nabati Masyarakat Dunia Relatif Kecil Dibandingkan Minyak Nabati Lainnya (Mitos 2-06)

Setiap negara/kawasan memiliki pola konsumsi minyak nabati yang berakar pada sejarah, selera, dan ketersediaan sumber minyak nabati. Secara internasional, ketersediaan dari berbagai jenis minyak nabati merupakan bagian dari ketahanan pangan global.

Dalam sejarah konsumsi minyak nabati utama dunia telah mengalami perubahan penting. Pangsa minyak sawit dalam konsumsi minyak nabati global semakin mendominasi dan terus meningkat dari tahun ke tahun (Gambar 5).

Minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi pada tahun 1965 adalah minyak kedelai (61 persen), kemudian diikuti dengan minyak rapeseed (23 persen), minyak sawit (16 persen) dan minyak bunga matahari (1 persen). Dengan makin tersedianya minyak sawit secara internasional, harga yang relatif lebih murah dan aplikasi yang luas menyebabkan pangsa penggunaan minyak sawit mengalami peningkatan

Kehadiran minyak sawit telah menggeser dominasi minyak kedelai dalam struktur konsumsi empat minyak nabati utama dunia. Pada tahun 2021, pangsa minyak sawit menempati posisi pertama yakni 40 persen. Kemudian disusul oleh minyak kedelai (33 persen), minyak rapeseed (17 persen) dan minyak bunga matahari (11 persen).

Peningkatan pangsa konsumsi minyak sawit dalam konsumsi empat minyak nabati utama dunia, juga terjadi di berbagai negara/kawasan utama dunia seperti India, China, Afrika, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Uni Eropa sebagai produsen minyak rapeseed dan minyak bunga matahari, dimana kedua minyak nabati tersebut juga mendominasi konsumsinya. Hal yang menarik dalam periode tahun 2000-2021, pangsa konsumsi minyak sawit Uni Eropa mengalami peningkatan yakni dari 24 persen menjadi 29 persen (USDA, 2022).

Hal yang serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Minyak nabati utama bagi masyarakat Amerika Serikat adalah minyak kedelai. Meskipun minyak kedelai masih mendominasi konsumsi minyak nabati di Amerika Serikat, namun proporsi penggunaan minyak sawit mengalami peningkatan dari 3 persen menjadi 10 persen selama periode 1980-2021 (USDA, 2022).

Pola konsumsi minyak nabati China pada tahun 1965 didominasi oleh minyak rapeseed (68 persen), kemudian diikuti oleh minyak kedelai (24 persen) dan minyak sawit (9 persen). Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi China, pangsa konsumsi minyak sawit mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun sehingga pangsanya mencapai 19 persen pada tahun 2021 (USDA, 2022).

Berbeda dengan tiga negara sebelumnya, pola konsumsi minyak nabati di India relatif kompetitif pada tahun 1980 yakni minyak rapeseed (39 persen), minyak kedelai (37 persen), dan minyak sawit (23 persen). Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi India, pangsa konsumsi minyak sawit tumbuh cepat dan mendominasi konsumsi minyak nabati India. Pangsa minyak sawit meningkat dari 37 persen tahun 1980 menjadi 44 persen pada tahun 2021 (USDA, 2022).

Perkembangan di atas menunjukkan bahwa peran minyak sawit secara internasional semakin penting dan signifikan. Pergeseran konsumsi minyak nabati dunia semakin memperbesar porsi minyak sawit merupakan pilihan yang realistis karena produktivitas minyak sawit jauh lebih tinggi sehingga lebih sustainable.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1321