Isu Persaingan Minyak Nabati Global : Minyak Sawit Tidak Sesuai Untuk Digunakan Sebagai Bahan Baku Biodiesel (Mitos 2-07)
Untuk mengurangi ketergantungan pada fossil fuel sekaligus mengurangi emisi global, masyarakat internasional sedang melakukan subsitusi fossil fuel dengan biofuel, termasuk biodiesel. Dalam pengembangan biodiesel di setiap negara menggunakan minyak nabatiyang tersedia di negara yang bersangkutan.
Minyak sawit adalah minyak nabati yang serbaguna (versatile ingredient) sehingga dapat digunakan secara meluas baik pada produk pangan maupun non-pangan, termasuk untuk energi alternatif. Salah satu produk energi nabati/biofuel berbasis minyak sawit adalah biodiesel yang digunakan untuk mensubsitusi penggunaan diesel fosil.
Minyak sawit merupakan bahan baku (feedstock)utama yang paling banyak digunakan oleh industri biodiesel global (PASPI Monitor, 2019e). Selama periode tahun 2015-2021, penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku industri biodiesel dunia mengalami peningkatan (Gambar 6) yakni dari 6.2 juta ton (22 persen) menjadi 15.2 juta ton (36 persen).

Sedangkan minyak nabati dan lemak hewani lainnya yang digunakan sebagai bahan baku industri biodiesel dunia tahun 2021 adalah minyak kedelai (29 persen), minyak rapeseed (14 persen), minyak jelantah/UCO (12 persen), tallow (2 persen), minyak bunga matahari (1 persen) dan lainnya (6 persen). Data tersebut menunjukkan bahwa peranan minyak sawit dalam industri biodiesel dunia semakin penting.
Penggunaan minyak sawit pada industri biodiesel dunia tersebut disebabkan karena keunggulan yang dimiliki minyak sawit. Harganya yang relatif kompetitif, volume besar, dan pasokan yang stabil sepanjang tahun membuat minyak sawit sesuai dengan kebutuhan industri biodiesel dunia (Mekhlief et al., 2011; PASPI Monitor, 2021w).
Uraian di atas menunjukkan minyak sawit tidak hanya sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku biodiesel dunia, tetapi juga lebih unggul dibandingkan minyak nabati lainnya. Hal ini terkonfirmasi oleh peningkatan pangsa minyak sawit dalam bahan baku industri biodiesel dunia.
Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4