Terungkap! Industri Sawit Indonesia & Dampaknya Pada PDB

Industri Sawit Tidak Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan PDB Indonesia (Mitos 3-07)

Salah satu indikator yang menunjukkan peranan suatu sektor dalam perekonomian adalah sumbangannya dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Kontribusi industri sawit terhadap PDB nasional menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun (Rifin, 2010; PASPI, 2014; Kasryno, 2015).

Kontribusi industri sawit dalam PDB dapat dilihat dari kontribusi perkebunan kelapa sawit serta industri minyak dan lemak. Berdasarkan data Input-Output (Gambar 9) menunjukkan bahwa pertumbuhan nilai output perkebunan kelapa sawit Indonesia meningkat relatif cepat dari Rp 5 triliun tahun 2000 menjadi Rp 367 triliun pada tahun 2021. Demikian juga dengan industri minyak dan lemak juga mengalami peningkatan output dari Rp 48 triliun menjadi Rp 752 triliun. Secara total, nilai output industri sawit meningkat relatif cepat dari Rp 54 triliun menjadi Rp 1,119 triliun, atau meningkat lebih dari 20 kali lipat pada periode tahun tersebut.

Demikian juga nilai tambah industri sawit pada periode tahun 2000- 2021 yang menunjukkan peningkatan (Gambar 10). Nilai tambah perkebunan kelapa sawit meningkat dari Rp 4 triliun menjadi Rp 270 triliun. Industri minyak dan lemak juga mengalami peningkatan nilai tambah dari Rp 19 triliun menjadi Rp 240 triliun. Sehingga total peningkatan nilai tambah pada industri sawit yakni dari Rp 23 triliun menjadi Rp 510 triliun.

Sementara itu, terkait pangsa industri sawit terhadap total output dan nilai tambah juga mengalami peningkatan selama periode tahun 2000-2021. Pangsa industri sawit terhadap output nasional meningkat dari 2 persen menjadi 3.1 persen. Demikian juga dengan pangsanya terhadap total nilai tambah nasional yang meningkat dari 1.7 persen menjadi 2.7 persen.

Uraian di atas menunjukkan bahwa industri sawit berkontribusi besar pada pertumbuhan PDB Indonesia. Peningkatan kontribusi industri sawit pada PDB nasional akan semakin besar seiring dengan perkembangan hilirisasi sawit domestik yang semakin intensif.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 2780