Biodiesel Sawit Tak Efektif? Dampaknya Terhadap Devisa dan Neraca Migas Indonesia Ternyata Mengejutkan!

Pengembangan biodiesel sawit tidak berdampak pada penghematan devisa solar impor dan neraca perdagangan migas Indonesia (Mitos 3-16)

Kebijakan mandatori biodiesel merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperbaiki neraca perdagangan migas yang selalu defisit melalui substitusi solar impor dengan biodiesel sawit domestik. Keberhasilan program mandatori biodiesel untuk menurunkan ketergantungan impor solar diharapkan berdampak pada penghematan devisa impor solar yang semakin besar (Gambar 19).

Penghematan devisa solar impor mengalami peningkatan dari USD 0.34 miliar tahun 2015 menjadi USD 3.09 miliar pada tahun 2020. Nilai penghematan devisa solar impor per liter biodiesel akibat substitusi dengan biodiesel berkisar USD 0.366 – 0.372 per liter pada periode tahun tersebut.

Penghematan devisa solar impor akibat substitusi solar impor dengan biodiesel sawit domestik (disebut “Devisa Subsitusi Impor”) menyumbang pada perbaikan neraca perdagangan migas (Sipayung, 2020; Tjakrawan, 2021; PASPI Monitor, 2021j, 2022f). Pengaruh devisa substitusi solar impor pada “Neraca Migas” terlihat pada perbedaan antara “Neraca Migas Dengan Biodiesel” dan “Neraca Migas Tanpa Biodiesel” .

“Neraca Migas Tanpa Biodiesel” selalu mengalami defisit dari tahun ke tahun dengan nilai yang cukup besar. Dengan adanya mandatori biodiesel sawit membuat nilai defisit neraca migas Indonesia (“Neraca Migas Dengan Biodiesel”) lebih rendah dibandingkan dengan “Neraca Migas Tanpa Biodiesel”.

Program mandatori B30 pada tahun 2021, membuat defisit “Neraca Migas Dengan Biodiesel” sebesar USD 13.25 miliar, atau lebih kecil dibandingkan dengan defisit pada kondisi “Neraca Migas Tanpa Biodiesel” yakni sebesar USD 18.23 miliar.

Uraian di atas menunjukkan bahwa implementasi kebijakan mandatori biodiesel sawit mampu menghemat devisa solar impor yang sekaligus menurunkan defisit neraca perdagangan migas Indonesia. Tentu saja besarnya dampak devisa substitusi impor solar terhadap penghematan devisa dan neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh harga minyak fosil dunia dan realisasi blending rate. Semakin mahal harga minyak fosil dunia, maka akan semakin besar manfaat mandatori biodiesel pada perbaikan neraca perdagangan migas.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1294