Kesempatan Kerja di Kebun Sawit: Benarkah Tidak Sesuai untuk Tenaga Kerja Desa?

Kesempatan kerja pada perkebunan kelapa sawit tidak sesuai dengan kondisi tenaga kerja yang tersedia di pedesaan (Mitos 4-07)

Untuk mengurangi pengangguran di pedesaan perlu dikembangkan sektor-sektor ekonomi yang bukan hanya mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak, tetapi juga akomodatif terhadap latar belakang dan keragaman kualitas tenaga kerja pedesaan.

Berdasarkan data BPS tahun 2020, sebagian besar tenaga kerja di kawasan pedesaan berdasarkan struktur pendidikan (Gambar 4 bagian A) terdiri dari SD ke bawah dengan proporsi sebesar 39 persen. Kemudian diikuti oleh proporsi tenaga kerja berpendidikan SMA/SMK ke bawah sebesar 46 persen serta Diploma dan Sarjana sebesar 15 persen.

Sementara itu, sebagian besar latar belakang pendidikan tenaga kerja yang terserap pada perkebunan kelapa sawit secara rata-rata (Gambar 4.4 bagian B) adalah berpendidikan SD ke bawah sebesar 50 persen. Kemudian disusul oleh SMA/SMK ke bawah (46 persen) dan Diploma/Sarjana (4 persen).

Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa komposisi rata-rata pendidikan tenaga kerja yang terserap pada perkebunan kelapa sawit akomodatif dengan komposisi tenaga kerja yang tersedia di pedesaan. Pandangan bahwa tenaga kerja yang terserap perkebunan kelapa sawit tidak sesuai dengan kualitas tenaga kerja di pedesaan adalah tidak didukung fakta.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1055