Perkebunan Sawit dan Kesehatan Desa: Benarkah Tak Ada Manfaat?

Perkebunan kelapa sawit tidak berkontribusi pada peningkatan akses masyarakat desa terhadap fasilitas kesehatan (Mitos 4-11)

Kesehatan merupakan bagian dari kualitas dan kapasitas sumberdaya manusia (SDM). Oleh karena itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadikan akses terhadap fasilitas kesehatan sebagai bagian penting dari pengembangan SDM.

Kontribusi industri sawit di bidang kesehatan juga telah dibuktikan secara empiris. Peranan perusahaan perkebunan dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan dilakukan melalui dua mekanisme yakni penyediaan fasilitas kesehatan di wilayah perkebunan (availability) dan peningkatan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan (affordability).

Lokasi perkebunan kelapa sawit yang terletak jauh dari pusat kota, terisolir dan terpencil menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, perusahaan perkebunan kelapa sawit membangun fasilitas kesehatan seperti klinik perkebunan, Puskesbun (Pusat Kesehatan Masyarakat Perkebunan) dan rumah sakit yang dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh karyawan perusahaan maupun anggota keluarganya.

Pelayanan dan edukasi kesehatan juga diberikan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit kepada masyarakat sekitar seperti pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di klinik perusahaan atau secara mobile di desa, bantuan mobil ambulance, bantuan pemenuhan gizi pada posyandu dan poswindu, serta penyediaan air bersih dan fasilitas sanitasi (Suwandi et al., 2013; Pambudi et al., 2017; Pasaribu, 2019; Satria, 2017; Syahrida et al.,2019; Baihaqi et al., 2020; Syahza et al., 2020).

Bagi petani sawit, seiring dengan peningkatan pendapatan yang dihasilkan dari budidaya kelapa sawit juga berdampak pada meningkatnya pengeluaran rumah tangga untuk mengakses layanan/fasilitas kesehatan (Rist et al., 2010; Krishna et al., 2017; Edwards, 2019; Chrisendo et al., 2022).

Pengeluaran layanan/fasilitas kesehatan yang dimaksud adalah untuk perawatan kesehatan dan pengobatan (seperti biaya ke dokter/klinik dan biaya obat/vitamin) serta asuransi kesehatan (Syahza et al., 2021). Besarnya pengeluaran kesehatan pada petani sawit menunjukkan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 2577