Fakta Mengejutkan! Benarkah Minyak Sawit Berbahaya karena Lemak Tidak Seimbang?

Minyak sawit mengandung lemak jenuh dan tak jenuh yang tidak seimbang sehingga tidak baik untuk kesehatan tubuh (Mitos 5-02)

Sejak tahun 1980-an, American Soybean Association (ASA) telah mempelopori gerakan anti tropical-oil (minyak sawit dan minyak kelapa). Tingginya kandungan asam lemak jenuh (saturated fats) pada minyak sawit dibandingkan minyak nabati lainnya, dianggap berbahaya bagi kesehatan karena menimbulkan berbagai penyakit kronis.

Tuduhan tingginya kandungan asam lemak jenuh pada minyak sawit yang disampaikan oleh para pihak anti sawit tersebut dinilai misleading. Menurut para ahli gizi, minyak sawit mengandung proporsi asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid) dan asam lemak tak jenuh (Unsaturated Fatty Acid) yang relatif seimbang (Tabel 1).

Proporsi asam lemak jenuh pada minyak sawit sekitar 50 persen, yang komposisinya terdiri atas: 44 persen asam lemak palmitat, 4.5 persen asam lemak strearat. Sementara itu, 50 persen lainnya merupakan asam lemak tak jenuh, yang terbagi menjadi dua yaitu 40 persen asam lemak tak jenuh ikatan rangkap tunggal (Monounsaturated Fatty Acid/MUFA) dan 10 persen asam lemak tak jenuh ikatan rangkap jamak (Polyunsaturated Fatty Acid/PUFA).

Kandungan asam lemak jenuh golongan MUFA pada minyak sawit terdiri dari asam oleat sebesar 39.2 persen dan asam palmitoleat sebesar 0.1 persen. Sementara itu, kandungan asam asam lemak jenuh golongan PUFA pada minyak sawit terdiri dari asam linoleat sebesar 10.1 persen dan asam linolenat sebesar 0.4 persen.

Minyak sawit tidak tergolong kepada minyak nabati yang berperilaku asam lemak jenuh. Melainkan secara keseluruhan lebih berperilaku sebagai asam lemak tak jenuh (monounsaturated oils) (USDA, 1979; Cottrell, 1991; Small, 1991; Choudhury et al., 1995; Kritchevsky et al., 2000; Ong dan Goh, 2002; FAO, 2010; Hariyadi, 2010; Giriwono dan Andarwulan, 2016).

Uraian di atas menunjukkan bahwa minyak sawit memiliki komposisi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh yang relatif seimbang. Para ahli gizi juga mengungkapkan bahwa proporsi yang relatif seimbang tersebut justru berdampak baik bagi kesehatan.

Referensi :

  • Choudhury N, Tan L, Truswell AS. 1995. Comparison Of Palm Olein and Olive Oil: Effects on Plasma Lipids and Vitamin E in Young Adults. The American Journal of Clinical Nutrition. 61(5):1043-1051. https://doi.org/10.1093/ajcn/61.4.1043
  • Cottrell RC. 1991. Nutritional Aspects of Palm Oil. The American Journal of Clinical Nutrition. 53(4): 989S – 1009S. doi: 10.1093/ajcn/53.4.989Sb
  • [FAO] Food Agricultural Organization. 2010. Fats and Fatty Acids in Human Nutrition: Report of an Expert Consultation. FAO Food Nutrition Paper. 91: 1-166. https://agris.fao.org/agris-search/search.do?recordID=XF2016049106
  • Giriwono PE, Andarwulan N. 2016. Palm Oil Benefits for Health. Dipresentasikan pada IPOC tanggal 24 November 2016.
  • Hariyadi P. 2010. Mengenal Minyak Sawit dengan Berbagai Karakter Unggulnya. GAPKI. Tersedia pada: http://phariyadi.staff.ipb.ac.id/files/2015/01/2014-Buku-Mengenal- Minyak-Sawit-dengan-Beberapa-Karakter-Unggulnya.pdf
  • Kritchevsky D, Tepper SA, Kuksis A, Wright S, Czarnecki SK. 2000. Cholesterol Vehicle in Experimental Atherosclerosis. 22. Refined, Bleached, Deodorised (RBD) Palm Oil, Randomised Palm Oil and Red Palm Oil. Nutrition Research. 20(6): 887-892. https://doi.org/10.1016/S0271-5317(00)00166-4
  • Ong ASH, Goh SH. 2002. Palm Oil: A Healthful and Cost-Effective Dietary Component. Food and Nutrition Bulletin. 23(1): 11-22. https://doi.org/10.1177/156482650202300102
  • Small, D M. 1991. The Effects of Glyceride Structure on Absorption and Metabolism. Annual Review of Nutrition. 11: 413-434. https://doi.org/10.1146/annurev.nu.11.070191.002213
  • [USDA] United States of Departement Agricultural. 1979. Composition of Foods: Agriculture Handbook No. 8-4. Washington DC (US): US Department of Agriculture, Science and Education Administration.
Post View : 2408