Kandungan vitamin A pada minyak sawit lebih rendah dari bahan pangan sumber vitamin A lainnya (Mitos 5-03)
Minyak sawit merupakan bahan pangan sumber energi dan asam lemak. Selain sebagai sumber energi, minyak sawit juga mengandung vitamin A yang relatif tinggi dibandingkan dengan bahan pangan lainnya (Tabel 2).
Data dari tabel 2 menunjukkan bahwa minyak sawit (CPO dan Minyak Sawit Merah) mengandung komposisi vitamin A yang besar. Untuk setiap volume yang sama, minyak sawit mengandung vitamin A sebanyak 15 kali lebih besar dari kandungan vitamin A pada wortel. Bahkan dibandingkan dengan kandungan vitamin A yang terdapat pada pisang, kandungan vitamin A minyak sawit hampir 100 kali lipat lebih besar.
Berbagai studi empiris (Nagendran et al., 2000; Mayamol et al., 2007; Mukherjee dan Mitra, 2009; Dauqan et al., 2011) juga mengungkapkan hal yang sama yakni minyak sawit merupakan “the world’s richest natural source of carotenoids”. Beta karoten/karetonoid pada minyak sawit berperan sebagai antioksida, prekusor dan sumber vitamin A (Krinsky, 1993). Tingginya kandungan karoten pada minyak sawit dapat dilihat dari warna jingga kemerahan pada minyaknya.
Manfaat vitamin A dari minyak sawit bagi kesehatan manusia telah banyak dibuktikan melalui penelitian kesehatan/kedokteran. Diantaranya mencegah defisiensi vitamin A, pencegahan dan penanggulangan kebutaan, memperbaiki kekebalan tubuh.
Vitamin A dari minyak sawit juga bermanfaat bagi pencegahan penyakit kanker/tumor, menghambat pembengkakan hati, peningkatan imunitas tubuh, penurunan kolesterol, fungsionalitas mental, pencegahan penyakit jantung koroner dan pembuluh darah, dan lain-lain. (Oey et al., 1967; Karyadi et al., 1968; Muhilal et al., 1991; Carlier et al., 1993; Richard, 1993; Choo, 1994; Ooi et al., 1994; Nagendran et al., 2000; Van Stuijvenberg dan Benade, 2000; Canfield et al., 2001; Oguntibeju et al., 2009; Rice dan Burns, 2010; Sandjaja et al., 2014). Antioksidan alami pada minyak sawit juga berperan sebagai buffer yang melawan radikal bebas dan melindungi dari berbagai penyakit seperti cellular ageing, atherosclerosis, kanker, artritis, dan Alzheimer (Mukherjee dan Mitra, 2009).
Minyak sawit yang memiliki vitamin A juga bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit akibat defisiensi vitamin A seperti kebutaan, xeroftalmia, dan hemerolopi. Hasil penelitian Departemen Kesehatan RI tahun 1963-1965 mengungkapkan bahwa penggunaan Red Palm Oil (RPO) dapat meningkatkan status vitamin A yakni dilihat dari kenaikan vitamin A dalam serum anak-anak (Oey et al., 1967). Kemudian hasil penelitian Puslitbang Gizi Bogor (Muhilal et al., 1991) mengungkapkan bahwa minyak sawit dapat menyembuhkan penderita xeroftalmia yang berupa hemerolopi (buta senja).
Berdasarkan uraian di atas sangat jelas menunjukkan bahwa kandungan vitamin A pada minyak sawit lebih besar dibandingkan dengan sumber pangan lainnya yang selama ini dikenal sebagai sumber vitamin A. Dengan tingginya kandungan vitamin A tersebut, menjadikan minyak sawit bukan hanya sekedar sumber pangan kaya vitamin, tetapi juga sebagai “obat” berbagai penyakit.
Referensi :
- Canfield LM, Kaminsky RG, Taren DL, Shaw E, Sander JK. 2001. Red Palm Oil in the Maternal Diet Increases Provitamin a Carotenoids in Breast Milk and Serum of the Mother-Infant Dyad. European Journal of Nutrition. 40: 30-38.
- Carlier C.1993. A Randomised Controlled Trial to Test Equivalence Between Retynil Palmitate & Beta Carotine for Vitamin A Deficiency. British Medical Journal. 307 (6912): 1106-1110 Maison-Laffite, France.
- Choo YM. 1994. Palm Oil Carotenoids. Food and Nutrition Bulletin. 15(2). 1- 8. https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/15648265940150021 2
- Dauqan E, Sani AH, Aminah A, Muhamad H, Top AGM. 2011. Vitamin E and Beta Carotene Composition in Four Different Vegetable Oils. American Journal of Applied Science. 8 (5): 407-421
- Karyadi D, Angkuw ChW, Djoko S, Muhilal H, Sutedjo, Prawiranegara DD.1968. Penelitian Keadaan Gizi Anak Penderita Defisiensi Vitamin A Dengan Latar Belakang Sosial Ekonomi dan Pengobatan Dengan Minyak Kelapa Sawit (Elaesis quineesis jacg). Prosiding Kongres Nasional Pertama, Persatuan Dokter Ahli Mata, Jakarta 30 Juli – 3 Agustus 1968, pp.169-180.
- Krinsky NI. 1993. Actions of Carotenoids in Biological Systems. Annual Review of Nutrition. 13:561-588. https://doi.org/10.1146/annurev.nu.13.070193.003021
- Mayamol PN, Balachandran C, Samuel T, Sundaresan A, Arumughan C. 2007. Process Technology for the Production of Micronutrien Rich Red Palm Olein. Journal of the American Oil Chemists’Society. 84: 587-596.
- Mukherjee S, Mitra A. 2009. Health Effects of Palm Oil. Journal of Human Ecology. 26(3): 197-203. http://dx.doi.org/10.1080/09709274.2009.11906182
- Muhilal. 1991. Minyak Sawit, Suatu Produk Nabati untuk Penanggulangan Atherosclerosis & Penundaan Proses Penuaan. Prosiding Seminar Nilai Tambah Kelapa Sawit untuk Derajat Kesehatan. Jakarta.
- Nagendran B, Unnithan UR, Choo YM, Sundram K. 2000. Characteristics of Red Palm Oil, a Carotene and Vitamin E-Rich Refined Oil for Food Uses. Food and Nutrition Bulletin. 21(2): 189-194. https://doi.org/10.1177/156482650002100213
- Oey KL, Liem TT, Rose CS, Prawirangera DD., ang Grorgy P. 1967. Red Palm Oil in the Prevention of Vitamin A Deficiency – A Trial on Preschool Children in Indonesia. American Journal of Clinical Nutrition. 20: 1267- 1274.
- Oguntibeju O, Esterhuyse AJ, Truter EJ. 2009. Red Palm Oil: Nutritional, Physiological and Therapeutic Roles in Improving Human Wellbeing and Quality of Life. British Journal of Biomedical Science. 66(4):216-222. https://doi.org/10.1080/09674845.2009.11730279
- Ooi CK, Choo YM, Yap SC, Basiron Y, Ong ASH. 1994. Recovery of Carotenoids from Palm Oil. Journal of the American Oil Chemist’s Society. 71(4): 423- 426. https://doi.org/10.1007/BF02540524
- Rice AL, Burns JB. 2010. Moving From Efficacy to Effectiveness: Red Palm Oil’s Role in Preventing Vitamin A Deficiency. Journal of the American College of Nutrition. 29(3): 302-313. https://doi.org/10.1080/07315724.2010.10719845
- Richard SD. 1993. Impact of Vit. A on Immune-Marker in Childern Abnormal T-Cell Subset Proportions in Vit. A-Deficient-Child. Lancet Journal. 341(8836): 5-8.
- Sandjaja, Jus’at I, Jahari AB, Ifrad, Htet MK, Tilden RL, Soekarjo D, Utomo D, Moench-Pfanner E, Soekiman, Koenromp EL. 2014. Vitamin A-Fortified Cooking Oil Reduces Vitamin A Deficiency in Infants, Young Children and Women: Result From A Programme Evolution in Indonesia. Public Health Nutrition. 18(14): 2511-2522. https://doi.org/10.1017/s136898001400322x
- Van Stuijvenberg ME, Benadé AJS. 2000. South African Experience with the Use of Red Palm Oil to Improve the Vitamin A Status Of Primary Schoolchildren. Food and Nutrition Bulletin. 21(2). https://doi.org/10.1177/156482650002100216
