Minyak Sawit Mengandung Kolesterol? Ini Kebenarannya yang Mungkin Kamu Belum Tahu!

Sawit mengandung kolesterol (Mitos 5-08)

Kolesterol menjadi momok yang menakutkan karena dinilai menjadi pemicu berbagai penyakit berbahaya seperti kanker dan jantung. Oleh karena itu, himbauan untuk mengkonsumsi bahan makanan yang rendah kolesterol terus disuarakan oleh organisasi pegiat kesehatan. Bahkan “bebas kolesterol” juga telah menjadi klaim produk dalam persaingan dagang.

Kolesterol juga menjadi salah satu isu kesehatan yang dikaitkan dengan minyak sawit. Selama ini berkembang persepsi bahkan telah menjadi mitos bahwa minyak goreng sawit mengandung kolesterol. Begitu kuatnya mitos tersebut membuat masyarakat menjadi fobia untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung minyak sawit seperti gorengan.

Persepsi yang demikian, terbentuk akibat kampanye negatif/hitam yang dilakukan ASA pada awal tahun 1980. Untuk memojokkan minyak nabati tropis, khususnya minyak sawit, yang mulai mengancam pasar minyak kedelai di seluruh dunia, ASA melancarkan propaganda yang menuduh minyak sawit mengandung kolesterol dan bahkan sempat mengusulkan agar pemerintah Amerika Serikat melarang minyak sawit masuk ke negara tersebut. Namun tuduhan tersebut tidak pernah terbukti oleh riset-riset ahli gizi dan kesehatan di berbagai negara.

Sejauh ini tak satupun ahli-ahli gizi di dunia yang pernah mengatakan bahwa minyak goreng dari nabati seperti minyak goreng sawit mengandung kolesterol. Kolesterol hanya dihasilkan oleh hewan dan manusia, sedangkan tanaman tidak memiliki kemampuan menghasilkan kolesterol (Calloway dan Kurtz, 1956; USDA, 1979; Cottrell, 1991; Muchtadi, 1998; Muhilal, 1998; Hariyadi, 2010; Giriwono dan Andarwulan 2016).

Sebaliknya, minyak sawit justru mengandung fitosterol merupakan sterol nabati yang berfungsi senyawa bioaktif untuk mengurangi kadar kolesterol di dalam darah (Fauziati et al., 2019). Hal ini menunjukkan bahwa minyak sawit cenderung “net netral” karena tidak mempengaruhi tingkat kolesterol pada tubuh. Senyawa bioaktif lainnya dalam minyak sawit seperti squalene dan polifenol juga memiliki fungsi untuk menghambat penyerapan, reabsorpsi, dan sintesis kolesterol (Longganathan et al., 2010; Hariyadi, 2020).

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1290