Terungkap! Benarkah Emisi LULUCF Penyebab Utama Gas Rumah Kaca Global?

Emisi Land Use, Land Use Change and Forestry (LULUCF) sangat besar kontribusinya dalam emisi GRK global (Mitos 6-06) 

Land Use, Land Use Change and Forestry (LULUCF) banyak terjadi di negara-negara yang sedang membangun atau negara berkembang. Perubahan penggunaan lahan (Land Use Change/LUC) maupun konversi dari hutan menjadi non-hutan di negara-negara yang sedang membangun, masih marak terjadi.

LULUCF tidak selalu menghasilkan emisi. Hal ini tergantung pada perubahan stok karbon. Jika LUC terjadi dari ekosistem dengan stok karbon tinggi ke ekosistem dengan stok karbon rendah, misalnya perubahan dari perkebunan kelapa sawit menjadi semak belukar, maka perubahan tersebut akan disertai dengan peningkatan emisi (carbon source).

Hal ini disebabkan karena karbon stok perkebunan kelapa sawit lebih tinggi dibandingkan dengan karbon stok perkebunan kedelai. Sebaliknya, jika LUC terjadi dari ekosistem dengan stok karbon rendah ke ekosistem dengan stok karbon tinggi, misalnya perubahan dari semak belukar menjadi perkebunan kelapa sawit, maka perubahan tersebut justru menyerap emisi CO2 (carbon sink).

Indirect Land Use Change (ILUC) merupakan bagian dari LULUCF tersebut. Council of the European Union (2018) mendefinisikan ILUC yakni :

Kata kunci ILUC adalah Land Use Change (LUC), sedangkan faktor yang men-drive LUC tersebut bisa bersifat direct (dLUC) maupun indirect (ILUC) sehingga dLUC dan ILUC seharusnya sudah termasuk ke dalam perhitungan LULUCF global.

Secara internasional (Gambar 8), total emisi GRK global tahun 2019 mencapai 51.7 Gt CO2 eq (tidak termasuk emisi LULUCF). Jika dimasukkan emisi LULUCF, maka total emisi GRK dunia mencapai 58.8 Gt CO2 eq. Besarnya emisi LULUCF global tersebut sebesar 7.1 Gt CO2 eq atau sekitar 12 persen dari total emisi GRK dunia tahun 2019.

Dengan demikian, kontribusi emisi LULUCF terhadap total emisi GRK global relatif kecil yakni dibawah emisi GRK sektor energi bahkan dibawah emisi GRK sektor pertanian. Dengan fakta tersebut, mempersoalkan emisi LULUCF, termasuk di dalamnya emisi ILUC, tidak terlalu signifikan dalam upaya menurunkan emisi GRK global. Upaya untuk mengurangi penggunaan energi fosil secara global tetap menjadi langkah strategis untuk menurunkan emisi GRK global.

Referensi

  • Olivier JGJ, Schure KM, Peters JAHW. 2022. Trends in Global CO2 and Total Greenhouse Gas Emissions: 2021 Summary Report.

Sumber: Mitos & Fakta Kelapa Sawit – Edisi 4

Post View : 1716