Biofuel Sawit: Konsumsi Airnya Lebih Tinggi dari Biofuel Lain?

Biofuel sawit lebih boros dalam penggunaan air dibandingkan tanaman biofuel lainnya (Mitos 6-25)

Penggunaan air pada sektor pertanian menjadi salah satu topik diskusi global. Konsumsi air global telah meningkat hampir tujuh kali lipat dibandingkan satu abad yang lalu (Gleick, 2000) dan sektor pertanian merupakan sektor dengan konsumsi terbesar air tawar (freshwater) global yakni dengan pangsa sebesar 85 persen (Hoekstra dan Chapagain, 2007).

Berkaitan dengan hal tersebut, biofuel berbasis minyak sawit juga kerap diisukan sebagai bahan baku biofuel yang tidak ramah lingkungan yakni boros dalam menggunakan air setiap output yang dihasilkan. Benarkah isu tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan kritis tersebut, perlu melihat studi empiris berkaitan dengan perbandingan penggunaan air untuk memproduksi setiap satu Giga Joule (GJ) bioenergi. Studi Gerbens-Leenes et al. (2009) mengungkapkan bahwa kelapa sawit termasuk yang paling hemat (setelah tebu) dalam menggunakan air untuk setiap Giga Joule (GJ) bioenergi yang dihasilkan (Gambar 4).

Tanaman penghasil bioenergi yang paling rakus air adalah rapeseed, disusul oleh kelapa, ubi kayu, jagung, kedelai, dan bunga matahari. Untuk menghasilkan setiap Giga Joule bionergi (minyak), tanaman rapeseed memerlukan sebesar 184 m3 air. Sementara kelapa memerlukan air dengan rata-rata sebesar 126 m3. Tanaman ubi kayu sebagai penghasil etanol juga memerlukan air dengan rata-rata sekitar 118 m3. Sedangkan tanaman kedelai memerlukan rata-rata 100 m3 air. Tebu dan kelapa sawit ternyata paling hemat dalam menggunakan air untuk setiap bioenergi yang dihasilkan.

Berdasarkan data di atas, jelas bahwa kelapa sawit ternyata relatif hemat air dalam menghasilkan bioenergi. Untuk setiap Giga Joule bioenergi yang dihasilkan, kelapa sawit hanya menggunakan air sebanyak 75 m3.

Referensi :

  • Gerbens-Leenes, Hoekstra P. Van der Meer, T. 2009: The Water Footprint of Energy from Biomass: a Quantitative Assessment and Consequences of an Increasing Share of Bioenergy Supply. Ecological Economics. 68 (4): 1052-1060.
  • Gleick PH. 2000. The Changing Water Paradigm: A look at Twenty First Century Water Resources Development. Water International. 25 (1): 127-138.
  • Hoekstra AY, Chapagain AK. 2007. Water Footprint of Nation: Water User by People as a Function of Their Consumption Pattern. Water Resources Management. 21(1): 35-48.
Post View : 1353