Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan platform pembangunan global yakni Sustainable Development Goals (SDGs) periode 2015-2030, untuk menggantikan Millennium Development Goals (MDGs) yang telah berakhir (2000-2015). SDGs memiliki 17 tujuan (Gambar 11) yang dapat dikelompokkan pada tiga pilar utama pembangunan yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Diharapkan seluruh pihak, negara, sektoral/industri dapat berkontribusi dalam pencapaian tujuan SDGs tersebut.
Indonesia termasuk negara yang turut meratifikasi SDGs tersebut yang kemudian diterjemahkan ke dalam kebijakan dan tata kelola pembangunan nasional dan daerah. Sebagai salah satu industri strategis di Indonesia, industri sawit juga secara proaktif memposisikan diri sebagai bagian dari solusi yang berkontribusi dalam pencapaian SDGs baik pada level lokal/daerah, nasional, maupun global.
Dalam aspek ekonomi, kontribusi industri sawit pada pencapaian tujuan SDGs adalah melalui SDG-7; SDG-8, SDG-9; SDG-10, dan SDG-12. Kontribusi industri sawit dalam SDG-7 (Affordable and Clean Energy) ditunjukkan oleh peranan industri sawit dalam penyediaan biofuel/bioenergy dunia.
Industri sawit juga terbukti berkontribusi pada pencapaian SDG-8 (Decent Work and Economic Growth) yakni melalui peranannya dalam peningkatan pendapatan petani, kesejahteraan pekerja perkebunan kelapa sawit, lokomotif pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan, pertumbuhan ekonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional, penyumbang devisa, perbaikan neraca perdagangan Indonesia, serta penerimaan pemerintah. Selain itu, industri sawit juga berkontribusi pada pendapatan negara importir minyak sawit dan penerimaan pemerintah di negara importir minyak sawit.
Industri sawit juga berkontribusi pada pencapaian SDG-9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui peranannya dalam pembangunan dan penyediaan infrastruktur jalan dan jembatan serta pengembangan industri/hilirisasi dan inovasi.
Industri sawit juga berperan dalam pencapaian tujuan SDG-10 (Reduced Inequalities) melalui kontribusinya pada penurunan ketimpangan pendapatan antar masyarakat di desa dan masyarakat daerah sentra sawit dengan masyarakat daerah non-sentra sawit.
Industri sawit juga berkontribusi dalam pencapaian SDG-12 (Responsible Production and Consumption) ditunjukkan dengan peranannya dalam mewujudkan penyediaan produk sawit berkelanjutan melalui tata kelola serta sistem sertifikasi berkelanjutan ISPO dan RSPO.
Mitos 7-15 Industri sawit tidak berkontribusi pada pencapaian SDGs Ekonomi.
