Kontribusi industri sawit pada pencapaian tujuan SDGs sosial yakni SDG-1; SDG-2, SDG-3; SDG-4; SDG-5; SDG-6; SDG-11; dan SDG-17 adalah sebagai berikut. Dalam pencapaian tujuan SDG-1 (No Poverty), industri sawit berperan dalam penurunan kemiskinan di Indonesia, serta penciptaan kesempatan kerja pada level desa, nasional dan global.
Industri sawit juga menjadi bagian solusi dalam pencapaian SDG-2 (Zero Hunger) yang merujuk pada menghapus kelaparan dan membangun ketahanan pangan yang inklusif baik pada level lokal, nasional1,2, maupun global. Pada level global, industri sawit juga meningkatkan affordability dan availability bahan pangan minyak nabati bagi masyarakat berpendapatan rendah.
Industri sawit juga berkontribusi dalam pencapaian SDG-3 (Good Health and Well-being). Hal tersebut ditunjukkan dari kandungan nutrisi pada minyak sawit sebagai sumber vitamin A dan vitamin E, mengandung senyawa bioaktif dan asam lemak esensial serta memiliki komposisi asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, peranan industri sawit terhadap SDG-3 juga ditunjukkan peningkatan affordability dan accessibility masyarakat perkebunan kelapa sawit terhadap kesehatan .
Industri sawit juga berperan dalam mewujudkan SDG-4 (Quality Education). Peranan tersebut ditunjukkan melalui peningkatan affordability dan accessibility masyarakat perkebunan kelapa sawit terhadap pendidikan yang berkualitas di berbagai jenjang.
Kontribusi industri sawit dalam pencapaian SDG-5 (Gender Equity) ditunjukkan dengan komitmennya untuk mewujudkan kesetaraan gender melalui pemenuhan dan perlindungan hak-hak pekerja perempuan. Bukti empiris dari komitmen tersebut ditunjukkan dari tingkat kepuasan bekerja pada pekerja perempuan di perkebunan kelapa sawit lebih tinggi dibandingkan pekerja laki-laki.
Berkaitan dengan pencapaian SDG-6 (Clean Water and Sanitation), industri sawit juga berkontribusi melalui peningkatan ketersediaan dan akses masyarakat terhadap air bersih yang berkualitas. Perusahaan perkebunan kelapa sawit juga membangun fasilitas sanitasi yang baik di lingkungan kerja maupun pemberian CSR untuk pembangunan fasilitas sanitasi bagi masyarakat desa sekitar. Selain hemat menggunakan air, perkebunan kelapa sawit juga bagian dari siklus hidrologis serta konservasi tanah dan air.
Pembangunan perumahan karyawan dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan perusahaan perkebunan maupun berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pedesaan menunjukkan bukti kontribusi industri sawit dalam pencapaian SDG-11 (Sustainable Cities and Communities). Pemanfaatan biolistrik yang dihasilkan dari pengolahan biomassa dan limbah sawit sebagai sumber listrik berkelanjutan (Mitos 3-02) bagi desa-desa sekitar perkebunan juga menjadi bukti dari pencapaian SDG tersebut.
Sementara itu, berkaitan dengan pencapaian SDG-17 (Partnership for The Goals) oleh industri sawit terjadi pada level lokal maupun global. Kemitraan perkebunan kelapa sawit antara korporasi (negara dan swasta) dengan rakyat (Mitos 7-11) serta kemitraan antar petani sawit rakyat menunjukkan pencapaian SDG-17 pada level lokal. Pada level korporasi juga ditunjukkan dengan kemitraan antar sesama pekerja melalui serikat buruh atau asosiasi pekerja maupun kemitraan antar korporasi dengan serikat buruh tersebut (Mitos 4-18). Sementara pada level global ditunjukkan oleh kerjasama Indonesia, Malaysia dan negara produsen minyak sawit lainnya dalam Council of the Palm Oil Producing Countries (CPOPC).
Pemerintah Indonesia juga menginisiasi berbagai forum internasional berkaitan dengan pembahasan kontribusi minyak sawit dalam pencapaian SDGs. Pada level regional, pemerintah Indonesia aktif mengikuti Joint Working Group Meeting bersama negara-negara ASEAN dan Uni Eropa. Demikian juga pada level multilateral, Indonesia juga memanfaatkan forum internasional FAO-Intergovernmental Group Meeting on Oilseeds, Oils, and Fats (IGG-OOF) dan menginisiasi penyusunan Voluntary Guidelines for Sustainable Vegetable Oil (VG-SVO).
Mitos 7-16 Industri sawit tidak berkontribusi pada pencapaian SDGs Sosial.