GAPKI dan PT Bursa Efek Indonesia Tandatangani MoU untuk Dorong Industri Sawit Go Public

Jakarta, 17 September 2025 – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Peningkatan Pemahaman Pasar Modal pada tanggal 17 September 2025. MoU ini ditujukan untuk mendorong industri sawit nasional memanfaatkan pasar modal. Usai penandatangan MoU, dilanjutkan workshop “Go Big With Go Public”, yang dihadiri oleh sekitar 40 peserta perusahaan anggota GAPKI.

“Perlu digaris bawahi bahwa Go Public bukan untuk mencari dana semata, tetapi merupakan sebuah gerakan menuju pertumbuhan berkelanjutan: membangun kredibilitas, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang baru baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam sambutan yang diberikan. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Sunandar, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum mewakili BEI, Risa E. Rustam dan Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono.

Kerja sama ini menjadi langkah yang sangat penting untuk mendorong anggota GAPKI dalam memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pengembangan bisnis berkelanjutan, memperkuat daya saing global, serta meningkatkan kredibilitas industri sawit Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada upaya peningkatan pemahaman mengenai pasar modal dan penanaman modal serta bersinergi dalam memberikan informasi kepada perusahaan, menyelenggarakan seminar/workshop dan edukasi pasar modal. Pada saat memberikan sambutannya I Gede Nyoman menyampaikan bahwa melalui Go Public, diharapkan pasar industri kelapa sawit semakin dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung perekonomian yang berkelanjutan.

Dua anggota GAPKI yang hadir memberikan testimoni mengenai manfaat dan keuntungan yang telah dirasakan langsung setelah masuk ke bursa. Mulai dari proses persiapan Go Public yang harus dilakukan, tantangan yang dihadapi, hingga hal-hal paling hectic dalam proses tersebut. Diharapkan, sharing pengalaman itu semakin menginspirasi perusahaan kelapa sawit anggota GAPKI lainnya untuk masuk ke bursa. Antusiasme masuk ke bursa itu memang sangat bermanfaat.

Apalagi, menurut Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono akan banyak kontribusi positif yang dapat diperankan GAPKI bagi masyarakat, negara dan perekonomian nasional mengingat peran strategis industri sawit. “Industri kelapa sawit merupakan salah satu pilar penting perekonomian Indonesia sekaligus penyedia lapangan kerja besar. Saat ini lebih dari 16 juta kepala keluarga menggantungkan hidupnya pada sektor ini. Memasuki semester I 2025, kinerja industri sawit menunjukkan trend positif.

Produksi CPO dan PKO meningkat dari 26,18 juta ton di tahun 2024 menjadi 27,89 juta ton di tahun 2025 atau naik 6,5%. Konsumsi dalam negeri juga tumbuh 6,2%, dari 11,48 juta ton menjadi 12,27 juta ton”. Fakta tersebut menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, tetapi juga konsumen terbesar. Kontribusi industri ini terhadap pasar minyak nabati global sangat signifikan,” jelas Eddy lebih lanjut.

Ketua Umum GAPKI selanjutnya menekankan bahwa seiring perkembangan global, industri sawit untuk semakin transparan untuk berdaya saing, dan berkelanjutan. Kerja sama GAPKI dengan BEI dinilai sebagai langkah penting untuk:

1. Meningkatkan literasi dan kesadaran anggota GAPKI terhadap pembiayaan melalui pasar modal.
2. Membuka akses pendanaan jangka panjang yang mendukung ekspansi perusahaan dan memperkuat
kredibilitas.
3. Mendorong tata kelola perusahaan yang lebih baik sesuai standar indeks pasar.

“Kami meyakini keterlibatan pasar modal akan memperkuat posisi industri sawit Indonesia di kancah global serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang kondusif dan berkelanjutan. Atas nama GAPKI, kami menyampaikan terima kasih kepada Bursa Efek Indonesia atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin,” tutup Eddy.

Setelah Penandatanganan MoU dilanjutan dengan Go Public Workshop

Go Public Workshop merupakan program edukasi BEI yang bertujuan mendorong perusahaan nasional, termasuk anggota GAPKI, memahami lebih dalam proses pencatatan saham. Program ini tidak hanya menyiapkan perusahaan secara teknis, tetapi juga menghadirkan testimoni langsung dari pelaku industri yang telah melalui proses go public. Tujuan utama program ini adalah menciptakan ekosistem industri sawit yang lebih terbuka, kredibel, dan berdaya saing global dengan dukungan pasar modal Indonesia.

Go Public Workhsop di hadiri oleh sekitar 40 peserta perusahaan anggota GAPKI dengan narasumber adalah:

▪ Sofiyan Adhi K.D, Head of Potential Listing Development BEI.
▪ Bernadus Sumargo, Senior Executive Director Mandiri Sekuritas.
▪ Kurniadi Patriawan, Direktur PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk.
▪ Evelyn Satyono,Head of Investor Relations PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk.

Post View : 968