2nd Expouse 2025, GAPKI Perkuat Peran UMKM dalam Industri Sawit

Yogyakarta – Peran kelapa sawit sebagai penopang ketahanan pangan dan energi kembali mendapat sorotan melalui gelaran 2nd Expouse 2025 yang diselenggarakan Politeknik LPP Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada 29 September – 4 Oktober 2025 di Auditorium LPP Agro Nusantara, Yogyakarta, dengan mengusung semangat memperkuat UMKM berbasis produk turunan sawit.

Kegiatan yang digelar selama enam hari tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran produk UMKM. Lebih dari itu, Expouse 2025 bertujuan untuk memperluas wawasan masyarakat tentang manfaat sawit serta mendorong hilirisasi produk turunan sawit agar mampu menopang ketahanan pangan, energi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Ir. Muhamad Mustangin, S.T, M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung UMKM.

“Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, Politeknik LPP terus berupaya berpartisipasi dalam mengembangkan UMKM berbasis sawit. Kami juga berterima kasih kepada GAPKI yang telah menjadi sponsor utama dan banyak berkontribusi bagi perkembangan industri sawit Indonesia,” ujarnya.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono hadir secara Hybrid dalam acara 2nd Expouse 2025 melalui Kantor GAPKI Jakarta Pusat. Selasa, 30 September 2025

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, yang hadir secara virtual, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurutnya, keberadaan UMKM berbasis produk turunan sawit sangat penting dalam menciptakan ekosistem hilirisasi yang inklusif.

“GAPKI mendukung UMKM yang menggunakan produk turunan sawit. Hilirisasi yang inklusif akan memastikan manfaat industri sawit dapat dirasakan hingga lapisan terbawah ekonomi. Dengan begitu, UMKM bisa semakin tangguh, lapangan kerja tercipta lebih luas, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat diwujudkan,” jelas Eddy.

Ia menambahkan bahwa percepatan hilirisasi sawit membuka peluang besar bagi UMKM untuk terus berinovasi. “Dengan semakin banyak produk berbahan sawit, variasi produk bertambah, penjualan meningkat, dan UMKM pun bisa terus bertahan bahkan berkembang,” imbuhnya.

Eddy juga menyampaikan pesan penting kepada pemerintah agar memperkuat kebijakan insentif, penyederhanaan perizinan, serta akses pendanaan bagi UMKM hilir sawit.

Selain itu, ia mengajak industri besar untuk membuka ruang kemitraan dengan UMKM, berbagi teknologi, dan memperluas akses pasar. “UMKM juga harus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, serta memanfaatkan peluang digitalisasi untuk bersaing di pasar,” katanya.

Gelaran 2nd Expouse 2025 disambut antusias oleh peserta. Salah satu peserta mengaku mendapatkan banyak wawasan baru terkait industri sawit, produk turunannya, serta peran GAPKI dalam mendorong hilirisasi.

“Semoga acara ini bisa terus diadakan setiap tahun untuk mendukung perkembangan UMKM berbasis sawit,” harap peserta tersebut.

Pembukaan acara turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) Sosiawan Hary Kustanto, Gubernur DIY yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Syam Arjayanti, perwakilan BPDPKS yaitu Plt Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi Fajar Rokhman Yunandaru, serta Kepala KPPN Yogyakarta, Arvi Risnawati. (*)

Post View : 849