Tangerang, 18 Oktober 2025 — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Angola–Indonesia Chamber of Commerce and Industry (AngoNesia) di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Penandatanganan yang dilakukan pada 18 Oktober 2025 ini menandai langkah penting dalam memperluas kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Republik Angola, khususnya di sektor industri minyak sawit.

Kedua pihak sepakat untuk memperkuat kolaborasi di bidang industri minyak sawit melalui pertukaran informasi bisnis dan industri, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan kerja sama lainnya.
Penandatanganan dilakukan oleh:
- Mr. Cláudio David Pestana Camenha, Presidente AngoNesia, mewakili pihak pertama, dan
- Mr. Eddy Martono, Ketua Umum GAPKI, mewakili pihak kedua.
MoU ini bertujuan untuk mendorong kerja sama di berbagai bidang seperti:
- Pertukaran informasi terkait industri minyak sawit;
- Penyelenggaraan seminar dan promosi bersama untuk menarik investasi serta memperkuat transfer teknologi;
- Fasilitasi perdagangan produk minyak sawit antara Indonesia dan Angola;
- Penguatan jejaring antar pelaku usaha di kedua negara.
Dalam MoU tersebut, GAPKI dan AngoNesia berkomitmen untuk bekerja sama secara aktif guna meningkatkan perdagangan dan investasi di bidang minyak sawit. Kedua pihak juga akan mendorong hubungan yang saling menguntungkan bagi pengusaha dan industri terkait di Indonesia maupun Angola.
Perjanjian ini berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama. MoU ini tidak bersifat mengikat secara hukum, tetapi menjadi dasar penting dalam membangun kerangka kerja sama konkret di masa mendatang.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperluas pasar ekspor sawit Indonesia ke kawasan Afrika.
“Pasar Afrika memiliki potensi besar bagi produk minyak sawit Indonesia. Melalui kemitraan dengan AngoNesia, kami berharap dapat membuka akses pasar baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit dunia,” ujar Eddy.
Sementara itu, perwakilan AngoNesia menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah konkret mempererat hubungan ekonomi antara Angola dan Indonesia.
Momen penandatanganan MoU ini berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, pameran dagang terbesar di Indonesia yang menjadi ajang promosi produk unggulan nasional ke pasar global. Kolaborasi antara GAPKI dan AngoNesia menjadi salah satu capaian penting dalam forum tersebut, menandai semakin kuatnya diplomasi ekonomi Indonesia di Afrika. (*)