GAPKI Perkuat Kemitraan Global, Tandatangani Kerja Sama Strategis di Amerika Serikat dan Eropa

JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) telah menyelesaikan misi selama sepekan ke Amerika Serikat dan Eropa, dengan menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) bersama organisasi mitra di dua benua. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye positif yang terus dilakukan untuk memperkuat posisi sawit Indonesia di pasar global.

Delegasi senior GAPKI yang dipimpin oleh Ketua Umum Eddy Martono, didampingi Wakil Ketua Umum Sany Anthony dan Ketua Bidang Luar Negeri Fadhil Hasan, mengunjungi Amerika Serikat dan empat negara Eropa pada 18–26 November 2025. Misi ini bertujuan memperkuat hubungan kelembagaan, memfasilitasi dialog dengan para pemangku kepentingan internasional, serta meningkatkan pemahaman global terhadap sektor kelapa sawit Indonesia.

“Misi ini menunjukkan komitmen GAPKI dalam membangun jembatan kolaborasi dengan mitra internasional, berlandaskan saling menghormati dan kerja sama demi mencapai tujuan bersama,” ujar Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono.

MoU yang ditandatangani membangun kerangka kerja sama baru mencakup fasilitasi perdagangan, inisiatif keberlanjutan, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas teknis. Kesepakatan ini memperluas jaringan internasional GAPKI secara signifikan.

Kerja sama tersebut juga menjadi indikator positif atas meningkatnya minat global untuk terlibat bersama produsen kelapa sawit Indonesia dalam memajukan industri sawit berkelanjutan.

Fokus utama misi ini adalah membuka peluang untuk memperluas akses pasar bagi minyak sawit Indonesia. Dalam berbagai pertemuan, kedua belah pihak membahas solusi terhadap hambatan non-tarif yang memengaruhi kelancaran perdagangan, serta memastikan produsen sawit Indonesia siap memenuhi preferensi konsumen yang terus berkembang di pasar ekspor utama.

Selain itu, delegasi GAPKI juga melakukan koordinasi dengan para diplomat Indonesia di negara-negara tujuan misi untuk memperkuat dukungan diplomasi perdagangan.

“Kesepakatan ini akan membuka peluang kolaborasi bernilai tinggi di bidang perdagangan, keberlanjutan, dan pengembangan kapasitas,” lanjut Eddy.

Menurutnya, dengan menjalin kemitraan yang erat, GAPKI dapat lebih memahami ekspektasi pasar global, menyelesaikan persoalan dagang secara efektif, serta menjaga standar produk sawit Indonesia tetap yang terbaik di dunia.

Sebagai lembaga yang mengadvokasi kepentingan industri sawit nasional baik di dalam maupun luar negeri, GAPKI meyakini bahwa kolaborasi, dialog terbuka, dan keterlibatan konstruktif dengan mitra internasional akan menjadi kunci menghadapi tantangan global. Upaya tersebut juga memastikan minyak sawit Indonesia tetap menjadi kekuatan dalam pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

GAPKI mewakili produsen kelapa sawit Indonesia yang menyumbang sekitar 60 persen dari total produksi minyak sawit dunia. Asosiasi ini secara berkelanjutan berinteraksi dengan pemangku kepentingan global untuk memajukan praktik industri yang berkelanjutan dan memperkuat dialog berbasis data serta fakta. (*)

Post View : 7779