I-EU CEPA Buka Peluang Ekspor Sawit Indonesia ke Uni Eropa, GAPKI Dorong Produktivitas dan Kesiapan EUDR

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (I-EU CEPA) membuka peluang baru bagi ekspor sawit Indonesia ke pasar Uni Eropa. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing produk sawit nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan pemenuhan standar keberlanjutan yang berlaku di pasar global.

Ketua Bidang Luar Negeri GAPKI Fadhil Hasan menjelaskan bahwa melalui I-EU CEPA, produk sawit Indonesia memperoleh kuota ekspor ke Uni Eropa dengan tarif bea masuk nol persen, serta bebas bea keluar dan pungutan ekspor.

I-EU CEPA Berikan Kuota Ekspor Sawit ke Uni Eropa

Menurut Fadhil Hasan, kuota ekspor sawit Indonesia ke Uni Eropa dimulai dari 1,9 juta ton dan akan meningkat sebesar tiga persen setiap tahun selama sembilan tahun.

Peluang tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen dan eksportir minyak sawit terbesar dunia. Namun, pemanfaatannya tetap memerlukan kesiapan industri dalam memenuhi berbagai persyaratan keberlanjutan yang diterapkan Uni Eropa.

Kesiapan EUDR Menjadi Faktor Penentu

Fadhil menegaskan bahwa implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pemanfaatan peluang ekspor tersebut.

Tantangan yang masih perlu diselesaikan antara lain penguatan sistem ketertelusuran kebun petani kecil serta penyelarasan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan sistem verifikasi yang berlaku di Uni Eropa.

Menurutnya, harmonisasi standar keberlanjutan menjadi langkah penting untuk memastikan produk sawit Indonesia tetap kompetitif dan diterima di pasar internasional.

Harga Sawit Diperkirakan Tetap Kuat pada 2027

Selain membahas peluang ekspor, Fadhil Hasan memperkirakan harga minyak sawit pada 2027 masih berada pada level yang relatif tinggi. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi momentum bagi industri untuk mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan.

Peningkatan produktivitas menjadi semakin penting untuk menjaga daya saing industri sawit Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap aspek keberlanjutan dan ketertelusuran produk.

GlobOil India 2026 Jadi Forum Strategis Industri Sawit

Pernyataan tersebut disampaikan Fadhil Hasan dalam sesi diskusi negara-negara produsen minyak sawit pada GlobOil India 2026 yang berlangsung di Mumbai, India, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Dalam forum yang sama, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menyampaikan bahwa pasokan minyak sawit Indonesia pada 2027 diperkirakan menghadapi tekanan akibat meningkatnya konsumsi domestik dan potensi penurunan produksi.

Implementasi biodiesel B50 secara nasional diproyeksikan menyerap sekitar 15,2–16,3 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun, sehingga mengurangi surplus yang tersedia untuk ekspor. Di sisi lain, produksi sawit juga berpotensi terpengaruh oleh dampak El Niño di sejumlah wilayah sentra perkebunan.

India dan Uni Eropa Tetap Menjadi Pasar Strategis

Selain memanfaatkan peluang melalui I-EU CEPA, GAPKI juga menilai India tetap menjadi pasar strategis bagi ekspor sawit Indonesia. Pada triwulan pertama 2026, ekspor sawit Indonesia ke India mencapai 988 ribu ton atau meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan bea masuk dasar crude palm oil (CPO) oleh Pemerintah India dari 10 persen menjadi 5 persen mulai 24 September 2026 juga diperkirakan akan meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar tersebut.

Melalui partisipasi dalam GlobOil India 2026, GAPKI terus memperkuat kerja sama internasional sekaligus mempromosikan minyak sawit Indonesia yang berkelanjutan kepada pelaku industri minyak nabati global.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang secara konsisten mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan melalui berbagai program strategis. (*)


Antaranews.com. Gapki: I-EU CEPA buka akses pasar, dorong penguatan produktivitas. https://www.antaranews.com/berita/5765827/gapki-ieu-cepa-buka-akses-pasar-dorong-penguatan-produktivitas

Post View : 81