Outlook 2027 Sawit: Paparkan Prospek Harga di IPOC 2026

IPOC 2026 · 2027 Price Outlook

11–13 November 2026

BICC · The Westin Resort Nusa Dua, Bali

Lihat agenda resmi →
  • The 22nd Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook digelar pada 11–13 November 2026 di BICC, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.[1]
  • Pada Jumat, 13 November, Thomas Mielke (OIL WORLD) dijadwalkan memaparkan prospek pasokan, permintaan, dan harga global. Dorab Mistry (Godrej International) akan menutup rangkaian paparan dengan prospek harga minyak nabati.[1]
  • Agenda lain mencakup prospek ekonomi Indonesia 2027, pasar Tiongkok, tata kelola ekspor baru, dan geopolitik perdagangan.[1]

Outlook 2027 Jadi Sorotan Utama

Pelaku industri sawit akan mendapat gambaran arah 2027 dalam IPOC 2026 yang mengusung tema “Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience”.[1] Puncaknya ada pada Sesi 4 (Economic Outlook and Market Trends) di hari kedua, yang menghadirkan lima paparan tentang tren pasar dan harga.[1] Thomas Mielke akan membawakan Global Supply, Demand and Price Outlook of Palm Oil and other Vegetable Oils. Dorab Mistry menutup rangkaian paparan lewat sesi “Perfect Storm on Palm Oil Industry and Outlook of Vegetable Oil Prices”.[1] Angka prakiraan akan disampaikan langsung oleh para pembicara dalam sesi tersebut. Minyak sawit memasok sekitar 40% kebutuhan minyak nabati dunia dari kurang dari 6% total lahan tanaman minyak.[2] Sebagai produsen dan eksportir terbesar, Indonesia sangat memengaruhi dinamika pasar global.[2] Namun, lingkungan industri kini berubah. Keseimbangan pasokan dan permintaan semakin sensitif terhadap kebijakan, regulasi keberlanjutan negara importir mengetat, fragmentasi geopolitik mengubah arus perdagangan, dan transisi energi membuka permintaan baru sekaligus persaingan baru.[2] Di tengah kondisi itu, IPOC menghadirkan analisis pasar, prakiraan harga, pembaruan regulasi, dan perspektif negara pengimpor utama.[2]

Lima Paparan di Sesi Outlook Ekonomi dan Pasar

Sesi 4 dimoderatori Sandeep Bhan dari SD Guthrie International Trading Pte Ltd, dengan susunan berikut.[1]
  1. Ryan Chen (Cargill Investments China) Tren dan prospek sawit di Tiongkok serta implikasinya terhadap harga.
  2. Julian Conway McGill (Glenauk Economics) Pengelolaan keterkaitan pangan dan energi dalam industri sawit Indonesia.
  3. Thomas Mielke (OIL WORLD) Outlook pasokan, permintaan, dan harga sawit serta minyak nabati lainnya.
  4. Joko Supriyono (GAPKI) Dinamika kebijakan, peluang, dan jalan menuju ketahanan industri sawit Indonesia.
  5. Dorab Mistry (Godrej International) Outlook harga minyak nabati.

Bekal Membaca 2027 dari Hari Pertama

Sebelum sesi outlook, hari pertama (Kamis, 12 November) memuat paparan yang melengkapi gambaran pasar dalam Sesi 1 (Economic Resilience).[1]
  • Teuku Muhammad Riefky Hasan (LPEM FEB UI) membahas prospek ekonomi Indonesia 2027.
  • Quick CK (S&P Global) membahas outlook pasar sawit Asia 2026, kebijakan, dan geopolitik.
  • Regina Koh (Fastmarkets) membahas kebijakan sawit Indonesia dan dampaknya terhadap pasar global.
Sesi 2 (Food Security and Energy Transition) menyoroti peran BPDP, kebijakan biofuel dan biodiesel, serta pertanyaan apakah keberlanjutan masih layak diteruskan.[1]

Kebijakan dan Perdagangan yang Membentuk Pasar

Pada pembukaan hari pertama, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno dijadwalkan membahas peran sawit dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dijadwalkan menyampaikan pidato utama tentang ketahanan ekonomi serta strategi pangan dan energi.[1] Pada hari kedua, Luke Thomas Mahony (PT Danantara Sumber Daya Indonesia) membahas tantangan dan peluang di bawah regulasi ekspor yang baru. Sesi 3 (Trade and Geopolitics), dimoderatori Izzana Salleh (CPOPC), mengulas perang dagang, proteksionisme, pasar berkembang, standar perdagangan, serta perspektif India dan Pakistan.[1]

Rangkaian Acara Pendukung

Selain konferensi, IPOC 2026 menghadirkan pameran inovasi dan rangkaian acara jejaring.[1][2]
Jadwal Acara Pendukung IPOC 2026
Acara Jadwal (WITA)
Business Golf Tournament New Kuta Golf, Bali 11 November 06.30–14.00
Welcome Cocktail Reception 11 November 18.00–20.00
Networking Night 12 November 19.00–21.00
Penyelenggara menyebut forum ini akan dihadiri lebih dari 1.500 delegasi dari lebih dari 20 negara.[2]

Informasi Pendaftaran

IPOC 2026 diharapkan memberi gambaran utuh bagi pelaku industri sebelum memasuki 2027, dari arah kebijakan hingga proyeksi harga. Informasi pendaftaran dan program lengkap tersedia di gapkiconference.org.

Sumber

  1. GAPKI, Conference Agenda – 22nd Indonesian Palm Oil Conference and 2027 Price Outlook (diperbarui 4 November 2026). Buka agenda
  2. GAPKI, Background – 22nd Indonesian Palm Oil Conference and 2027 Price Outlook. Buka sumber
Post View : 160